Kebutuhan Bambu Meningkat Jelang HUT Kemerdekaan RI

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-75 telah terlihat di Lampung Selatan (Lamsel). Peluang tersebut menjadi berkah bagi penyedia batang bambu dan pedagang bendera dan berbagai aksesorisnya.

Sobari, pedagang bendera dan sejumlah aksesoris di Jalan Lintas Sumatera KM 69 Penengahan menyebut telah memajang barang dagangannya sejak pertengahan Juli.

Kebutuhan bendera untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI menurutnya diikuti kebutuhan bambu. Penggunaan bambu menurut Sobari meningkat untuk pemasangan bendera, umbul-umbul dan aksesoris penyemarak lain. Jenis bambu yang dijual olehnya meliputi bambu tamiang, bambu hitam dan bambu tali. Jenis bambu tamiang yang kecil kerap digunakan untuk pembuatan tiang umbul-umbul dan bendera.

Jenis bambu hitam besar kerap digunakan masyarakat membuat rambu rambu. Rambu rambu merupakan istilah yang kerap dipakai masyarakat pada tiang yang ditancapkan sepanjang bahu jalan sebagai penghias. Cat warna merah putih akan disertakan pada tiang bambu sepanjang kurang dari satu meter tersebut. Ia menyediakan ratusan batang bambu untuk dijual bersama bendera dan aksesoris lain.

“Saya menjual bambu justru lebih awal dibanding bendera karena bambu banyak digunakan oleh para pedagang hewan kurban sebagai kandang darurat,tiang pengikat tali hewan kurban,selain itu bambu bisa digunakan untuk pemasangan bendera dan aksesoris lain,” terang Sobari saat ditemui Cendana News, Sabtu (1/8/2020).

Sejak pertengahan Juli sebanyak ratusan batang bambu telah dijualnya dominan jenis bambu hitam. Akhir Juli dengan adanya kewajiban memasang bendera bagi masyarakat jenis bambu tali dan tamiang banyak dicari masyarakat. Ia menjual batang bambu dengan harga mulai Rp2.000 hingga Rp10.000 sesuai jenis dan ukuran. Bambu telah dibersihkan sehingga bisa langsung digunakan.

Warga sejumlah desa di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan mulai memasang berbagai aksesoris untuk kemeriahan HUT Kemerdekaan RI, Sabtu (1/8/2020). -Foto Henk Widi

Hasil penjualan bambu menurutnya memberi omzet ratusan ribu. Jumlah tersebut berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang masih dalam suasana pandemi Covid-19. Meski berkurang untuk kebutuhan pemasangan bendera ia menyebut bambu kerap dibeli warga untuk kebutuhan pembuatan pagar,tiang jemuran dan kandang ayam.

“Kebutuhan bambu tetap akan ada sehingga stok yang tersedia masih bisa dijual kepada masyarakat,” cetusnya.

Selain permintaan bambu, bendera dan aksesoris lain memberinya keuntungan. Menjual puluhan kodi bendera, umbul-umbul, bandir, background memberinya keuntungan hingga jutaan rupiah. Bendera dan aksesoris lain menurut Sobari dijual mulai harga Rp5.000 hingga Rp300.000. Harga termahal jenis backgorund merah putih bergambar garuda sepanjang puluhan meter.

Sebagian warga yang akan memasang bendera tapi belum memiliki bambu kerap akan membeli darinya. Sobari menyebut penjualan bambu dan bendera telah dibagi pada sejumlah titik di  tepi Jalan Lintas Sumatera. Lokasi strategis di dekat pasar dan pusat keramaian membuat potensi barang dagangannya terjual cukup tinggi. Ia akan berjualan hingga 16 Agustus atau sehari sebelum HUT Kemedekaan RI.

Andi Apriadi, salah satu pedagang bendera lainnya menyebut telah menjual lebih dari satu kodi. Selain bendera dan aksesoris lain ia juga menyediakan bambu. Sebagian warga yang membutuhkan bambu tamiang digunakan untuk pemasangan umbul umbul. Permintaan bendera oleh masyarakat akan digunakan untuk mengganti bendera lama yang telah rusak.

“Warga yang datang ke lapak saya kerap membeli bendera sebagian hanya membeli umbul-umbul sesuai kebutuhan,” papar Andi Apriadi.

Edi Gunawan, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan mengaku membeli bambu tamiang seharga Rp2.000 perbatang. Bambu berukuran kecil tersebut digunakan untuk pemasangan bendera dan umbul umbul. Imbauan dari pemerintah desa mewajibkan setiap warga memasang bendera sejak 1 Agustus. Selain bendera ia juga membuat umbul-umbul dari bambu dan aksesoris lain.

Aksesoris yang dipasang memeriahkan HUT Kemerdekaan RI berupa gelas plastik dicat warna warni. Edi Gunawan menyebut meski dalam suasana pandemi Covid-19 warga masih tetap memeriahkan ulang tahun Kemerdekaan tersebut. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya sejumlah perlombaan melibatkan anak anak ditiadakan.

“Berbagai perlombaan ditiadakan karena berpotensi menimbulkan kerumunan dan sulit menjaga jarak,” cetusnya.

Pemasangan aksesoris dengan gelas plastik bekas yang dicat warna warni membutuhkan tiang pancang bambu. Puluhan tiang pancang bambu digunakan untuk memasang rangkaian gelas bercat dominan merah putih. Berbagai aksesoris memeriahkan HUT Kemerdekaan RI telah dipasang masyarakat sejak 1 Agustus menyemarakkan jala- jalan desa di Lamsel.

Lihat juga...