Penjualan Bambu di Tegal Masih Tetap Potensial

Editor: Makmun Hidayat

TEGAL — Bambu termasuk salah satu tanaman yang punya banyak kegunaan. Seperti di antaranya, bisa digunakan untuk konstruksi bangunan baik untuk dinding maupun pagar, tali, hingga barang-barang kerajinan anyaman.

Karena punya banyak kegunaan itulah penjualan bambu di Tegal sampai sekarang masih tetap potensial. Hal ini membuat para pedagang bambu masih tetap bertahan hingga sekarang.

Meski zaman sekarang teknologi sudah semakin canggih, tapi bambu masih tetap menjadi pilhan. Apalagi, orang masih tetap suka dengan segala hal bersifat alami.

Alhamdulillah, penjualan bambu sampai sekarang masih tetap lumayan,” kata Hamdani, penjual bambu, kepada Cendana News, di Depot Bambu, Desa Bangun Galih, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (22/6/2018).

Hamdani membeberkan penjualan bambu sudah dilakukan sekitar sepuluh tahun lebih. “Bambu-bambu yang kami jual ini dapat kiriman dari daerah Pemalang,” ungkapnya.

Menurut Hamdani, pada saat lebaran penjualan bambu tetap diminati masayarakat. “Harganya sedikit naik karena terkait transportasi yang sulit, lalu lintas pada saat lebaran macet,” bebernya.

Hamdani menyampaikan bambu-bambu yang dijual tidak hanya bambu utuh, tapi ada juga yang dibuat menjadi geribig untuk dinding bangunan maupun pager (pagar) rumah.

“Geribig ataupun pager dapat kiriman dari para pengrajin dari daerah Guci,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada perbedaan antara bambu yang digunakan untuk geribig maupun pagar. Kalau yang geribig bambunya tipis, sedangkan yang pagar lebih tebal bambunya, harganya pun beda kalau geribig satu gulungnya Rp.20 ribu, sedangkan pagar Rp.30 ribu.

Hamdani berharap penjualan bambunya semakin maju dan berkembang. “Namanya kita usaha dagang, kita ingin penjualan bambunya semakin maju dan berkembang,” pungkasnya sumringah.

Lihat juga...