Cuaca Buruk, Ribuan Nelayan di Aceh Barat Tidak Melaut
MEULABOH – Ribuan nelayan di Kabupaten Aceh Barat, sejak sepekan terakhir tidak pergi melaut. Hal itu dikarenakan, cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah pantai barat dan selatan Aceh.
Gelombang laut tercatat mencapai ketinggian enam meter di Samudera Hindia. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan di daerah tersebut mengalami penurunan drastis, akibat cuaca yang tidak bersahabat.
Panglima Laut Kabupaten Aceh Barat, Amiruddin mengatakan, hingga kini banyak kapal nelayan tradisional di Aceh Barat tidak melaut. Kapal ditambatkan di sepanjang aliran sungai di Meulaboh, karena cuaca buruk. “Selama badai dan tingginya gelombang, hasil tangkapan nelayan berkurang drastis. Ini berimbas pada ekonomi masyarakat nelayan,” kata Amiruddin, di Meulaboh, Minggu (2/8/2020).
Menurutnya, dampak fenomena alam yang terjadi sepekan terakhir menyebabkan para nelayan untuk sementara waktu meliburkan aktivitas. Sementara mereka beralih ke profesi lain, untuk menambah pendapatan keluarga.
Namun khusus untuk kapal dengan kapasitas 10 gross ton (GT), sejauh ini masih berupaya melaut. Meski mereka bergerak untuk jarak yang tidak terlalu jauh dari bibir pantai, guna memenuhi kebutuhan ikan segar bagi masyarakat di Aceh Barat. “Khusus kapal 10 GT yang berlabuh juga kita wajibkan memakai peralatan canggih seperti GPS atau radio komunikasi, sebagai syarat bisa melaut ditengah badai saat sekarang ini,” tandasnya.
Penggunaan peralatan canggih dan tersambung dengan citra satelit tersebut juga dimaksudkan agar otoritas terkait, termasuk organisasi panglima laut di Aceh Barat, lebih mudah melakukan pemantauan dan komunikasi dengan ABK dan nelayan saat berada di laut lepas. “Kalau ada sesuatu yang darurat, tentu kita bisa mengambil langkah cepat untuk membantu nelayan. Karena saat ini cuaca sangat ekstrim di laut,” pungkas Amiruddin. (Ant)