Bantu Recovery Ekonomi, Kediri Programkan Digitalisasi UMKM

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar dan istri, saat meninjau pameran produk UMKM di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2020) – Foto Ant

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memprogramkan digitalisasi UMKM, guna membantu recovery atau pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

“Yang biasanya mereka bisa jual offline atau di CFD (kontrak berjangka), sekarang tidak bisa. Karena itu, pemerintah mendorong UMKM ini go digital. Ada memang UMKM yang tidak perlu diapa-apain lagi, sudah jadi karena mereka memang sudah bisa mengemas produknya, mereka sudah mengenal dunia daring. Tapi mereka itu ketika saya cek di marketplace kebanyakan tidak spesifik, sehingga perlu ada sentuhan-sentuhan,” kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Minggu (2/8/2020).

Abu Bakar menyebut, Pemkot Kediri sudah mempersiapkan UMKM di daerahnya bisa memanfaatkan teknologi daring (Dalam Jaringan). Wacana tersebut dibahas secara matang, mulai dari menyiapkan platform digital lokal baru hingga marketplace. “Kalau nanti tidak bisa langsung ke marketplace karena alasannya menunggu anak, tidak ada stok dan segala macam. itu nanti akan diletakkan di platform lokal. Tentu ini butuh kurasi. Mengapa harus dikurasi, karena ini masalahnya yang mau kita bentuk adalah competitiveness atau daya saing mereka,” tandasnya.

Pemkot Kediri mengadakan pameran UMKM di Balai Kota Kediri. Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri, akan memanfaatkan kegiatan tersebut untuk melakukan sharing, dan memberikan arahan kepada pelaku UMKM terkait pemasaran. “Ini tadi habis diskusi menangkap bahwa UMKM kita ini masih belum tahu mereka mau jual kemana. Target marketnya itu belum bagus. Misal tenun ini akan dijual kepada pekerja kantoran, itu siapa?. Apakah badannya kurus atau gemuk. Dari situ, dia juga bisa membuat motifnya match dengan bentuk tubuhnya. Nah itu mereka belum mengerti, harus disentuh,” jelasnya.

Mas Abu mencontohkan tentang pemotretan. Banyak foto-foto produk UMKM yang hampir semuanya kurang bagus. “Bagaimana orang mau beli, kalau mereka tidak tertarik pada first impression. Pandangan pertama sudah tidak eye catching jadi tidak mau beli. Padahal kalau tadi saya lihat produknya bagus. Karena memang ini permasalahan disitu,” tandasnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (UMTK) Kota Kediri, Bagus Alit menambahkan, UMKM Kota Kediri akan masuk ke dalam platform lokal. Di platform lokal itu, semua bisa melihat apa saja produk-produk UMKM Kota Kediri. “Sehingga nanti semua bisa melihatnya tidak terpencar-pencar,” kata Bagus Alit.

Sebanyak 200 produk UMKM seperti suvenir dan kuliner, dikurasi oleh Joko Koentono, seorang praktisi advertising di Balai Kota Kediri, Sabtu (1/8/2020). (Ant)

Lihat juga...