Produsen Gula Terpengaruh Penurunan Produktivitas Pohon Kelapa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah pemilik usaha kecil produksi gula kelapa di Lampung Selatan (Lamsel) terkendala penurunan produktivitas tanaman kelapa.

Hasan, warga Dusun Sumbersari, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni menyebut sebanyak 100 batang pohon kelapa yang disadap sudah berusia lebih dari puluhan tahun. Imbasnya produksi bunga atau manggar sumber air sadapan berkurang.

Ratusan pohon kelapa yang ditanam dominan jenis hibrida, dalam dan genjah. Jenis kelapa dalam milik petani menurutnya dikontrak per tahun dengan nilai Rp3 juta. Memasuki semester kedua tahun ini Hasan menyebut hanya menyadap sebanyak 75 batang kelapa. Sisanya diistirahatkan selama satu bulan lebih untuk memberi kesempatan berbunga.

Kurangnya minat masyarakat melakukan regenerasi pohon kelapa disebut Hasan imbas alih fungsi lahan. Sebagian pemilik kebun memilih menggunakan lahan untuk budidaya tanaman jagung yang butuh tempat terbuka. Rata rata satu pohon kelapa bisa menghasilkan sebanyak dua liter air sadapan per hari. Proses pemasangan jeriken, bumbung bambu dilakukan kala pagi dan sore hari.

“Sebagian pemilik pohon kelapa hanya melakukan regenerasi pada tanaman yang sudah puluhan tahun tidak produktif, butuh waktu lima tahun lebih untuk mendapatkan tanaman kelapa baru produktif siap buah dan disadap,” terang Hasan saat ditemui Cendana News, Selasa (21/7/2020).

Pohon kelapa dengan nama ilmiah Cocos nucifera itu menurut Hasan sekali sadap normalnya menghasilkan 90 liter untuk sebanyak 75 pohon. Pada kondisi normal hasil bisa mencapai 100 liter air sadapan bunga kelapa. Usai dilakukan proses pengumpulan hasil sadapan selanjutnya dilakukan pemasakan air sadapan menjadi gula.

Sebanyak 90 liter air sadapan atau legen menurut Hasan bisa diolah menjadi sebanyak 15 kilogram gula kelapa. Semakin banyak pohon yang disadap ia akan bisa memproduksi jumlah gula kelapa yang banyak. Namun jeda waktu untuk memberi kesempatan pohon kelapa menumbuhkan bunga membuat ia tidak menyadap dalam waktu bersamaan.

“Normalnya satu pohon maksimal bisa disadap sebanyak tiga manggar, namun sebagian hanya dua bahkan satu manggar,” cetusnya.

Ishak, produsen gula kelapa menyebut sejak lima tahun lalu mengajak pemilik tanah melakukan peremajaan tanaman kelapa. Perombakan tanaman kayu dan pohon kelapa tua diiringi dengan penanaman bibit kelapa yang baru. Varietas kelapa genjah, hibrida yang bisa berbuah saat usia 3 hingga 4 tahun membuat petani bisa lebih cepat.

Ishak, produsen gula kelapa atau gula merah di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan terkendala regenerasi pohon kelapa yang sebagian belum produktif dan tanaman kelapa usia tua yang sudah tidak produktif, Selasa (21/7/2020) – Foto: Henk Widi

“Masa belajar berbuah biasanya tidak disadap menunggu hingga empat janjang baru manggar berikutnya bisa disadap,” cetusnya.

Jenis bibit kelapa kualitas bagus varietas genjah menurutnya dibeli seharga Rp50.000 per batang. Bermodalkan Rp1 juta petani bisa menanam sebanyak 20 batang untuk penyulaman tanaman yang sudah ditebang. Penanaman pohon kelapa baru akan memberi kesempatan bagi produsen kelapa untuk memproduksi gula secara berkelanjutan.

Proses pemupukan tanaman kelapa baru menurut Ishak menghasilkan pohon yang berbuah cukup lebat. Penyadapan yang dilakukan untuk mengurangi jumlah janjang tetap akan menghasikan kelapa sekaligus gula. Kontrak pohon kelapa selama satu tahun menurutnya hanya dilakukan untuk menyadap bahan pembuatan gula.

“Petani masih bisa mendapatkan hasil dari menjual kelapa butir karena penyewa hanya memanfaatkan hasil sadapan,” beber Ishak.

Ishak menyebut meski terkendala pohon dengan produksi menurun, ia masih bisa mencetak gula rata rata 10 kilogram per hari. Di rata rata dalam sebulan ia menghasilkan sebanyak 40 kilogram per pekan dalam setahun ia bisa menghasilkan sebanyak 1,9 ton gula. Diasumsikan dalam sepekan ia hanya melakukan penyadapan empat kali sisanya dipakai istirahat.

Harga gula di level petani menurut Ishak hanya mencapai Rp14.000. Ketergantungan pada tengkulak yang sekaligus pemberi modal membuat ia tidak menaikkan harga. Jika dirata rata setahun ia bisa menghasilkan 1,9 ton gula kelapa omzet diperoleh mencapai Rp26,8 juta dengan harga jual Rp14. 000 per kilogram. Hasil penjualan digunakan untuk biaya operasional dan kebutuhan lain.

Semakin tua tanaman kelapa dengan produksi menurun pada bunga akan mempengaruhi hasil sadapan. Dalam setahun Ishak juga menyebut kendala saat musim hujan berimbas proses penyadapan kerap terhambat.

Sebab batang yang tinggi dan licin menyulitkan saat memanjat. Penanaman bibit kelapa baru disebutnya bisa menjadi solusi produksi meningkat dan penyadapan lebih mudah.

Lihat juga...