Pendisiplinan Protokol Kesehatan Mutlak Dilakukan Sejak Dini
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Penerapan adaptasi kebiasaan baru atau new normal memacu agar angka kasus Covid-19 terus digencarkan. Pendisiplinan protokol kesehatan jadi satu cara adaptasi kebiasaan baru. Pendisiplinan sejak dini diperlukan untuk mengedukasi anak anak hingga orangtua menerapkan protokol kesehatan.
Rohana, S.Pd., Kepala Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sinar Harapan, menyebut, anak sejak dini wajib diedukasi pentingnya kesehatan.
Sebelum Covid-19 atau Corona melanda penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) telah diterapkan di lingkungan pendidikan. Kegiatan cuci tangan pakai sabun (CPTS), olahraga dan konsumsi makanan sehat selalu diterapkan.
Memasuki adaptasi kenormalan baru dan tahun ajaran baru pendisiplinan terus ditingkatkan. Perilaku kebiasaan baru untuk kesehatan ditambah dengan upaya pencegahan penularan Covid-19 sesuai protokol kesehatan.
Para siswa berjumlah lebih dari 20 anak diedukasi memakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak. Meski di zona aman kewaspadaan menjaga diri ditekankan pada anak dengan bimbingan guru dan orangtua.
“Generasi saat ini menjadi anak yang sadar disiplin protokol kesehatan bagian norma harian yang dipatuhi seiring dengan kewajiban positif lain yang diajarkan guru dan orangtua,” terang Rohana saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (24/7/2020).
Peran orangtua dalam pendisplinan protokol kesehatan lanjut guru di pelosok Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan itu agar tidak terlena. Sebab angka positif Covid-19 di Lampung mencapai 246 kasus pada Kamis (23/7) sehingga pendisiplinan terus ditingkatkan.
Para orangtua selalu diwanti-wanti menyediakan masker bagi anak saat berada di luar ruangan, membawa hand sanitizer.
Pendisplinan protokol kesehatan sejak dini yang mutlak dilakukan menjadi tugas relawan. Ardy Yanto, relawan pendisiplinan Covid-19 menyebut menjadi perpanjangan tangan Kantor Staf Presiden melalui program dasa rumah aman.

Sebagai pegiat Pustaka Bergerak langkah pendisiplinan dilakukan dengan pengecekan sejumlah rumah untuk penerapan protokol kesehatan.
“Setiap rumah saya cek untuk memastikan seluruh anggota keluarga memiliki masker, memiliki tempat cuci tangan dan hand sanitizer,” cetusnya.
Kerap bertemu dengan anak-anak usia sekolah saat membawa buku bacaan, Ardy Yanto sekaligus mengedukasi protokol kesehatan. Anak-anak yang bermain di luar rumah diwajibkan memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan mengonsumsi makanan bergizi. Setiap anak, orangtua yang dikunjungi sekaligus dipindai suhu tubuh memakai thermo gun.
Pendisiplinan protokol kesehatan dengan cara edukatif yang menyenangkan menjadi cara agar anak-anak lebih paham. Edukasi pendiplinan protokol kesehatan dilakukan olehnya dengan membawa buku yang berisi cara PHBS dan tata cara kenormalan baru. Sebagian buku edukatif tersebut ikut menambah wawasan protokol kesehatan anak-anak usia dini.
“Metode literasi yang saya gunakan bertujuan agar anak usia dini lebih paham melihat melalui gambar-gambar dengan penjelasan sederhana dan praktik langsung,” tegasnya.
Membagikan masker hasil donasi para donatur sekaligus mengedukasi tata cara memakainya dengan benar. Sebab penggunaan masker dalam masa kebiasaan baru menjadi hal wajib saat berada di luar rumah. Anak-anak disebutnya kerap bisa menjadi pengingat orangtua untuk lebih disiplin memakai masker.
Kepala UPT Puskesmas rawat inap Ketapang, Samsu Rizal, menyebut, pendisiplinan protokol kesehatan mutlak dilakukan. Pelaksanaan Posyandu yang telah diperbolehkan menjadi cara para kader dan bidan desa mengkampanyekan kebiasaan baru. Pendisiplinan protokol kesehatan wajib dilakukan mulai setiap keluarga melalui anak usia dini.

“Kader Posyandu memiliki peran aktif agar kaum wanita mengingatkan anak-anak dan anggota keluarga disiplin dalam penerapan protokol kesehatan,” cetusnya.
Program PHBS dan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) menurutnya sudah gencar dilakukan. Namun semenjak Covid-19 kegiatan tersebut kembali ditingkatkan dengan kombinasi protokol kesehatan.
Pencegahan penularan Covid-19 disebutnya harus dimulai sejak dini melalui lingkungan keluarga, sekolah dan tempat umum.