Minimalkan Kerumunan, Shalat Idul Adha Disarankan Tiga Titik Tiap Desa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka di Purwokerto, Rabu (29/7/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Untuk meminimalkan kerumunan dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka meminta agar pelaksanaan dipecah pada tiap desa. Minimal dalam satu desa diadakan Shalat idul Adha pada tiga titik dan dilaksanakan di ruang terbuka, seperti lapangan.

“Kita sudah menekankan baik kepada petugas bhabinsa maupun bhabinkamtibmas untuk melakukan pemantauan di wilayah masing-masing dan melakukan sosialiasasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan Shalat Idul Adha yang menerapkan protokol kesehatan,” jelas Kapolresta, Rabu (29/7/2020).

Lebih lanjut Kapolresta Banyumas menjelaskan, jika dipecah pada tiga titik untuk tiap desa, masih memungkinkan untuk dilakukan pengawasan. Mengingat pada tiap desa ada tiga pilar yang bisa dikerahkan untuk pengawasan, yaitu bhabinsa, bhabinkamtibmas dan pihak desa sendiri, melalui gugus tugas desa.

Kapolresta menekankan, untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha, pengawasan harus melekat dan tidak bisa dilakukan dengan pengawasan mobile, karena kurang efektif.

“Jadi personel kita harus berada di lokasi dan mengawasi mulai awal hingga selesai pelaksanaan Shalat Idul Adha,” tuturnya.

Sementara itu, terkait adanya arus mudik yang masuk ke wilayah Banyumas menjelang Idul Adha tahun ini, menurut Kapolresta, sampai saat ini belum terjadi lonjakan. Bahkan, situasi di lapangan terlihat masih normal seperti biasa.

“Dari pantauan kami di lapangan, sampai dengan hari ini belum ada lonjakan pemudik yang masuk ke wilayah Banyumas. Kemungkinan karena kondisi ekonomi yang sulit serta pandemi Covid-19 ini, sehingga tidak terjadi arus mudik Idul Adha yang cukup besar tahun ini,” terangnya.

Melihat kondisi tersebut, maka untuk wilayah perbatasan dan pintu masuk ke Banyumas, tidak dilakukan penjagaan ataupun penyekatan. Polresta Banyumas lebih fokus untuk mengantisipasi munculnya kerumunan di wilayah perkotaan dan pusat-pusat keramaian.

“Kita juga harus realistis dan menghemat tenaga personil, jika personil diumbar untuk saat ini, dikhawatirkan pada satu kondisi tertentu akan muncul titik jenuh. Karena itu, mengingat tidak ada lonjakan arus mudik, maka untuk perbatasan tidak kita lakukan penjagaan. Kita lihat perkembangan selanjutnya, jika memang diperlukan akan kita terjunkan personil,” kata Kapolresta.

Hal senada juga disampaikan Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto. Menurutnya, sampai dengan hari ini belum terjadi lonjakan penumpang kereta api (KA) yang turun di Stasiun Purwokerto.

“Belum ada kenaikan jumlah penumpang yang turun di Stasiun Purwokerto ataupun stasiun lainnya di wilayah Daop 5, semua masih normal saja. Untuk kedatangan penumpang kemarin di seluruh stasiun di wilayah Daop 5 hanya 570 orang,” katanya.

Lihat juga...