Kasus Covid-19 Melonjak, Operasi Masker di Banyumas Digencarkan
Editor: Makmun Hidayat
PURWOKERTO — Dalam beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Banyumas, setelah pemkab gencar melakukan swab test. Karenanya operasi masker kembali digencarkan dari wilayah perkotaan hingga pelosok desa.
“Razia masker setiap hari kita lakukan, termasuk di kecamatan-kecamatan kita instruksikan untuk melakukan razia masker juga,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Jumat (10/7/2020).
Bupati menegaskan, selama satu minggu terakhir, pihaknya sudah membentuk 13 kelompok khusus untuk melakukan operasi masker. Mereka menetap pada 13 lokasi strategis, seperti pusat keramaian, jalan yang ramai arus kendaraan dan sebagainya.
“Dalam satu hari, 13 kelompok operasi masker ini melakukan razia sampai dua kali. Dan pada malam hari, satu tim besar yang biasanya saya pimpin sendiri juga melakukan operasi masker, lengkap dengan pasukan yang siap melakukan swab test di lokasi,” terangnya.

Menurut Husein, meskipun sudah gencar dilakukan operasi masker, termasuk jajaran Forkompinda yang keliling wilayah sambil menyerukan pesan penggunaan masker melalui pengeras suara, tetap masih ada masyarakat yang tidak menggunakan masker di luar rumah. Sebagian dari mereka beralasan, sekarang sudah masuk era new normal, sehingga tidak lagi wajib menggunakan masker.
“Sekarang banyak bermunculan Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga masker masih wajib digunakan. Kita jangan euforia dulu karena sudah masuk new normal,” tegasnya.
Seperti dalam operasi masker yang dilakukan hari ini, bupati memimpin langsung dengan berkeliling Kota Purwokerto. Beberapa warga yang kedapatan tidak menggunakan masker mendapat hukuman beragam, ada yang disuruh push up ada yang berjalan jongkok dan lain-lain. Selain hukuman fisik, mereka juga ditahan identitasnya dan harus mengikuti sidang pelanggaran masker.
Sementara untuk pelanggar yang dari hasil pendataan mempunyai riwayat perjalanan keluar Banyumas, akan langsung dilakukan swab test di lokasi.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, sampai hari ini jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Banyumas total ada 95 kasus dan 23 orang terkonfirmasi positif Covid-19 masih menjalani perawatan.
“Lonjakan yang cukup banyak ini, sebagian besar berasal dari tenaga kesehatan, setelah kita lakukan swab test beberapa hari lalu, ternyata ada 8 orang tenaga kesehatan kita yang positif. Sebagian dari mereka merupakan tenaga kesehatan di puskesmas-puskesmas,” jelasnya.
Penambahan kasus positif tersebut, lanjutnya, juga didominasi oleh Orang Tanpa Gejala. Sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.