Ganjar Minta Bupati-Walikota Bentuk Gugus Tugas Khusus Industri
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Belajar dari kasus klaster industri, yang menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19 di Kota Semarang, Gubernur Jawa Tengah memerintahkan bagi seluruh bupati/walikota, untuk membentuk tim Gugus Tugas Covid-19 khusus industri.
“Kita harus belajar dari kasus di Kota Semarang. Maka saya minta seluruh kabupaten/kota, yang memiliki kawasan industri, untuk segera membuat gugus tugas khusus industri. Tugasnya, membereskan seluruh tata kelola, termasuk penerapan protokol kesehatan di kawasan itu. Diharapkan dengan adanya tim gugus tugas khusus itu, penyebaran Covid-19 di lingkungan pekerja dapat diantisipasi,” papar Ganjar Pranowo di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Jumat (10/7/2020).
Ditandaskan, pihaknya akan ikut terlibat dalam membantu supervisi pembentukan tim gugus khusus industri tersebut.
“Untuk itu, saya minta ini segera diterapkan oleh semua kepala daerah di Jateng. Tidak hanya di Kota Semarang saja, karena banyak daerah di Jateng yang memiliki kawasan industri,” tandasnya.
Ganjar juga memastikan, untuk Kota Semarang, pembuatan tim gugus tugas khusus kawasan industri sudah dibicarakan langsung dengan Wali Kota Semarang.
“Sejauh ini, progres penanganan klaster industri di Kota Semarang, semuanya sudah ditangani dengan baik. Dari tiga perusahaan yang menjadi klaster, dua diantaranya sudah terkendali, sebab kejadiannya sudah lama, sejak Juni,” ungkapnya.
Terpisah, hal senada juga disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dipaparkan, Pihaknya sudah meminta tim patroli untuk fokus pengawasan SOP Kesehatan di kawasan industri atau pabrik lainnya, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya juga sudah minta kepada seluruh pengelola kawasan industri atau pemimpin perusahaan atau pabrik, untuk benar-benar memperhatikan penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas para pekerja. Jika nantinya masih ditemukan perusahaan atau pabrik, yang belum menerapkan protokol kesehatan, kita tidak segan-segan untuk menjatuhkan sanksi,” tandarnya.
Hendi juga meminta agar dilakukan proses penyemrpotan disinfektan menggunakan mobil tangki di lingkungan industri, untuk diaktifkan kembali.
“Termasuk di lingkungan masyarakat, mengingat makin tingginya kasus covid-19 di Kota Semarang. Saya sudah minta organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk turut terlibat dalam penyemprotan disinfektan seperti awal pandemi covid-19,” terangnya.
Sementara, terkait penanganan pasien covid-19 dari klaster industri atau pabrik, pihaknya sudah melakukan peneluruan kepada para kontak erat. “Sudah dilakukan Dinkes, terhadap kontak erat pasien positif covid-19 ke lingkungan masyarakat. Sejauh ini ada sekitar 300 orang yang diketahui positif, dari hasil penelusuran,” pungkasnya.
Sebelumnya, kasus outbreak Covid-19 terjadi di tiga perusahaan di Kota Semarang. Dari klaster itu, dilaporkan ada 300 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Meski tidak disebutkan nama tiga perusahaan itu, namun dari jenis industrinya, disebut bahwa tiga perusahaan itu bergerak di bidang garmen, migas dan satu BUMN.