Dua Pemain J League Jepang Positif COVID-19
JAKARTA – Satu pertandingan kasta tertinggi sepak bola Jepang, J-League, ditunda. Kebijakan tersebut diambil, setelah adanya temuan dua kasus positif COVID-19 di kalangan pemain. Temuan positif didapatkan di antara skuat Nagoya Grampus, yang sedianya bertandang ke markas Safrencce Hiroshima pada Minggu (26/7/2020).
Pertandingan tersebut menjadi agenda laga pertama, yang terganggu setelah J-League melanjutkan kompetisi di tengah pandemi COVID-19, sejak sebulan lalu. Keputusan itu ditempuh, di tengah meningkatnya paparan COVID-19 di sejumlah kota besar di Jepang seperti Tokyo dan Osaka. Paparan di kota besar tersebut menimbulkan kekhawatiran adanya gelombang kedua serangan pandemi.
Bek Nagoya, Kazuya Miyahara, mengalami demam dan sakit kepala sejak Jumat (24/7/2020), sebelum belakangan dinyatakan positif tertular COVID-19. Tim langsung memeriksa 60 anggota skuat lainnya, termasuk pemain dan staf.
Hasilnya, menemukan satu pemain dan staf positif tertular COVID-19 kendati tak menunjukkan gejala apapun. “Kami mengadakan pertemuan pada pagi hari, dan memutuskan untuk membatalkan pertandingan ini,” kata Ketua J-League, Mitsuru Murai, Minggu (26/7/2020).
Menurut Murai, temuan kasus positif itu memberitahu J-League, perlu terus bekerja menentukan langkah-langkah pencegahan infeksi. Delapan laga lain di J-League yang berlangsung Minggu (26/7/2020) waktu setempat diharapkan tetap digelar sesuai rencana.
J-League sejak Juni digelar kembali, dan mulai memperbolehkan penonton masuk stadion pada awal bulan ini. Namun kehadiran penonton diikuti penerapan protokol kesehata yang ketat. Hal itu mengikuti langkah sejumlah kompetisi olah raga besar lain di Jepang seperti bisbol dan sumo. Pada Sabtu (25/7/2020) Jepang melaporkan adanya 809 kasus baru COVID-19. Jumlahnya melejit dibandingkan 99 kasus sepanjang bulan lalu dan 27 kasus pada 26 Mei. (Ant)