Tim Covid-19 Hunter Jatim Lakukan ‘Rapid Test’ di Berbagai Daerah
Editor: Makmun Hidayat
MALANG — Tim Covid-19 Hunter Jawa Timur terus melakukan rapid test secara masif di berbagai daerah. Tim yang terdiri dari dokter dan perawat tersebut, hingga saat ini telah rapid test di 12 kabupaten/kota.
“Sebetulnya kami sudah keliling bersama Tim Covid-19 dengan membawa rapid test dan swab test. Sehingga kalau ada yang reaktif bisa langsung di-swab,” jelas Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau pelaksanaan rapid test di Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, Kamis (18/6/2020) sore.
Menurutnya, ketika rapid test maupun swab test terus dilakukan secara masif dan tracing-nya makin progresif, maka sudah harus dilakukan langkah antisipasi kemungkinan akan munculnya kasus-kasus baru.
“Jadi semakin kita melakukan tracing yang masif, akan ketemu lagi kemungkinan yang reaktif. Kemudian yang reaktif ini perlu di-swab test, sehingga sangat berpotensi kemungkinan munculnya kasus baru,” ucapnya seraya menandaskan, perlu dilakukan antisipasi treatment-nya dengan langsung merujuknya ke rumah sakit rujukan Covid-19.

Disampaikan Khofifah, hingga saat ini tercatat ada 12 kabupaten/kota di Jatim yang masuk peta berwarna merah atau memiliki risiko tinggi. Kemudian terdapat 6 kabupaten kota yang masuk peta kuning atau berisiko rendah. Sedangkan sisanya 20 kabupaten kota masuk dalam kategori risiko sedang.
“Wilayah yang berisiko rendah ini juga tetap harus melakukan proses pentahapan dengan mengikuti SOP dari protokol kesehatan. Pastikan semua sudah terkoordinasikan dengan gugus tugas kabupaten kota, karena update dari peta ini sangat dinamis sekali,” sebutnya.
Sementara itu juru bicara Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyebutkan, hingga saat ini konfirmasi positif covid-19 di kota Malang masih terus bertambah.
“Mulai pasca PSBB, transisi 1, transisi 2 sampai pada adaptif saat ini masih terus ada penambahan-penambahan konfirmasi positif. Dan yang paling banyak kemarin 14 konfirmasi positif,” sebutnya.
Ia menambahkan, per hari Rabu kemarin jumlah kasus positif Covid-19 di kota Malang sebanyak 111 orang. “Sedangkan untuk hari ini per pukul 15.30 belum ada laporan penambahan kasus positif dan semoga tidak ada penambahan lagi,” imbuhnya.
Menurutnya, saat ini masyarakat harus dipersiapkan untuk memasuki tatanan perilaku hidup yang baru. Agar masyarakat nanti berubah perilaku hidupnya, dari yang tidak menjaga protokol kesehatan, nanti bisa menjaga protokol kesehatan.
“Sehingga nanti dari semua aktifitas masyarakat itu mampu untuk menjaga protokol kesehatan, kita harapkan penyebaran daripada kasus Covid-19 bisa jauh berkurang,” pungkasnya.