Sembilan Pasien Positif COVID-19 di Nunukan Sembuh

NUNUKAN — Perkembangan COVID-19 di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dilaporkan ada sembilan pasien positif yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan BBLK Surabaya, Jatim.

Jubir COVID-19 Nunukan, Aris Suyono menyebutkan, tim gugus tugas menerima notifikasi hasil pemeriksaan dari BBLK Surabaya terdapat sembilan pasien yang sembuh.

Oleh karena itu, jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh sudah mencapai 34 orang dari total 43 pasien yang dirawat, sebutnya di Nunukan, Minggu (7/6/2020).

Sehubungan dengan notifikasi sembilan pasien yang sembuh tersebut maka sisa sembilan orang yang sedang menjalani perawatan.

Ke-9 pasien yang masih dirawat itu, delapan orang menjalani pemulihan di Puskesmas Binusan dan satu lagi isolasi mandiri di rumahnya di Kampung Nelayan Kelurahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan.

Aris mengungkapkan, terdapat 27 spesimen yang dikirim ke BBLK Surabaya, termasuk enam spesimen diagnosa.

Dari sembilan pasien sembuh ini, delapan orang dirawat di Kabupaten Nunukan dan satu orang dirawat di RSUD Kabupaten Malinau.

Ke-9 pasien sembuh ini yaitu NNK34 (14) beralamat di Kecamatan Sebatik Tengah, NNK27 (19), NNK35 (44), NNK33 (14) dan NNK13 (23) keempatnya beralamat di Kecamatan Nunukan.

Kemudian, NNK41 (40) dan NNK40 (68) keduanya berasal dari Kecamatan Krayan dari kluster Langap Kabupaten Malinau.

Ditambah kode NNK42 (42) merupakan pasien positif dari penularan lokal yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya Kelurahan Mansapa.

Pasien kode NNK42 ini diisolasi mandiri dengan anaknya. Namun anaknya belum sembuh sehingga masih dirawat oleh tim medis setempat.

Selanjutnya, pasien dengan kode NNK37 (42) asal Kecamatan Krayan dirawat di RSUD Malinau juga dinyatakan sudah sembuh.

“Dengan adanya sembilan orang lagi yang sembuh maka total yang sembuh sebanyak 34 orang,” ungkap Aris.

Spesimen diagnosa yang telah diterima notifikasinya dari BBLK Surabaya semuanya dinyatakan negatif yaitu My (10 bulan) dan ML (1) keduanya pasien dalam pemantauan (PDP). Kemudian, SL (33) dan SSN (29) keduanya tenaga kesehatan di Puskesmas Seimenggaris, NS (48) dan MH (8) merupakan kontak erat dengan pasien kluster Temboro Magetan. [Ant]

Lihat juga...