Rektor Unnes: Pandemi Covid-19 Bukan Halangan Berkarya
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Memakai baju toga senat universitas, Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Fathur Rokhman, bersiap memimpin Wisuda ke-102 di rektorat kampus Sekaran, Semarang, Selasa (16/6/2020).
Para guru besar, hingga petugas protokoler pun bersiap. Lagu kebangsaan Indonesia Raya juga berkumandang di lantai 4 gedung rektorat tersebut. Prosesi wisuda pun dimulai. Namun, ada yang berbeda. Jika prosesi wisuda pada umumnya selalu ramai, penuh sesak dengan para wisudawan dan para orang tua, maka wisuda kali ini lebih senyap.
Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, membuat civitas kampus harus berkreasi dan menyesuaikan diri, termasuk dalam pelaksanaan wisuda dengan sistem online. Termasuk dalam pelaksanaan wisuda ke-102 Unnes.
“Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi lulusan Unnes untuk bisa produktif. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kita tetap berkarya,” papar Fathur, di hadapan kamera, yang kemudian menyiarkannya secara langsung tersebut.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengingatkan kepada para wisudawan, bahwa wisuda bukanlah muara akhir dari sebuah perjalanan, para lulusan akan terus dituntut untuk mengaplikasikan keahliannya. Termasuk terus belajar untuk dapat berkontribusi secara maksimal, dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat luas secara profesional.
“Wisuda ini merupakan wisuda virtual pertama kali yang dilakukan Unnes. Para peserta wisudawan berada di rumah masing-masing didampingi orang tua. Saya mengucapkan selamat dan sukses, kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan para lulusan dalam menyelesaikan serangkaian proses akademik di Unnes,” tandas Fathur.
Sementara, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Zaenuri menandaskan, pihaknya juga sudah menyiapkan panduan dari Kemendikbud dalam pelaksanaan new normal di kampus.
“Dalam pelaksanaan wisuda online ini, baju toga kita kirim ke rumah wisudawan. Baju ini dipakai saat siaran langsung prosesi wisuda. Harapannya, dengan tetap mengenakan pakaian toga, atmosfer wisuda tetap bisa dirasakan oleh 627 orang lulusan, yang mengikuti wisuda kali ini, ” terangnya.
Dijelaskan, setelah proses wisuda, legalisir ijazah dan transkip juga akan dikirim oleh fakultas masing-masing.
“Sedangkan Ijazah asli dapat diambil di fakultas masing-masing sesuai jadwal yang ditetapkan oleh fakultas, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, penjadwalan juga dilakukan untuk menghindari kerumunan,” lanjut Zaenuri.
Pihaknya juga menegaskan, bahwa ijazah tidak dikirim melalui pos, untuk menghindari risiko hilang atau rusak. “Untuk keperluan wisudawan dapat menggunakan fotokopi ijazah legalisir yang dikirim,” pungkasnya.