Realisasi PAD Purbalingga Tahun 2019 Melebih Target
Editor: Makmun Hidayat
PURBALINGGA — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Purbalingga tahun 2019 mencapai Rp 305.996.806.188 atau 108,2 persen dari target. Realisasi PAD tersebut berasal dari PAD dan dari pendapatan transfer.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, dari PAD realiasasi mencapai Rp 2.076.658.114.142 atau mencapai 99,05 persen dari target yang ditetapkan. Kemudian ditambah dengan pendapatan transfer sebesar Rp 1.674.265.467.954 atau mencapai 97,1 persen dari target.
“Kemudian sumber lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp 96.395.840.000, sehingga total mencapai Rp 305,9 miliar atau 108,2 persen dari target,” kata Bupati saat menyampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Purbalingga, Senin (22/6/2020).
Sedangkan untuk realisasi belanja Pemkab Purbalingga tahun anggaran 2019 adalah sebesar Rp 1.701.313.169.024 atau mencapai 91,91persen dari pagu anggaran yang ditetapkan dalam APBD perubahan 2019 sebesar Rp 1.850.966.050.000.
Realisasi belanja terbesar adalah untuk operasional yang mencapai Rp 1.438.969.577.302 atau mencapai 93,63 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan. Realisasi belanja modal sebesar Rp 262.136.781.292 atau mencapai 84,00 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan. Selain itu ada juga realisasi belanja tidak terduga sebesar Rp 206.810.430 atau mencapai 10,34 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan.
“Perlu kami sampaikan juga bahwa. pada tahun anggaran 2019, Kabupaten Purbalingga merealisasikan angaran transfer yang besarnya mencapai Rp 461,4 miliar. Realiasasi transfer tersebut terdiri dari transfer bagi hasil pendapatan kepada pemerintah desa sebesar Rp 6.64 miliar dan transfer bantuan keuangan yang direalisasikan sebesar Rp 354,7 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Purbalingga yang biasa disapa Tiwi ini juga menyampaikan, tahun 2019 pihaknya masih mengalokasikan anggaran untuk penyertaan modal empat perusahaan daerah, salah satunya adalah objek wisata Owabong yang digelontor anggaran Rp 2 miliar.
Direktur Owabong, Hartono mengatakan, tahun 2019 pihaknya masih melakukan penambahan beberapa objek wisata baru, seperti Taman Jepang, Taman Kelinci, Rumah Kucing, tempat kemping dan lain-lain. Selain itu, wahana Sanggaluri Park juga dilakukan renovasi supaya lebih fress.
“Banyak wahana baru yang dibangun selama tahun 2019, sehingga penyertaan modal digunakan untuk pembangunan tersebut. Tingkat kunjungan selama tahun 2019 juga mengalami kenaikan signifikan, namun sayangnya tahun ini kita sempat terhenti beroperasi karena pandemi Covid-19,” tuturnya.