Penyadartahuan Kunci Tangani Sampah Laut Berkelanjutan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Aryo Hanggono, menjelaskan, pemerintah Indonesia terus berkomitmen mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut sebanyak 70 persen pada tahun 2025.
Menurutnya dalam penanganan sampah di laut tugas utama adalah harus membangun kesadaran publik bahwa masalah sampah laut merupakan hal yang penting untuk menangani permasalahan sampah itu dibutuhkan penyadartahuan secara berkala.
“Perlu dilakukan penyadartahuan secara terus menerus kepada masyarakat, pentingnya menjaga kebersihan laut,” ungkap Aryo Hanggono, kembali menyuarakan “Laut Bersih, Ikan Sehat dan Masyarakat Sejahtera” pada acara diskusi Inovasi Penanganan Sampah untuk Laut yang Berkelanjutan, sebagaimana rilis yang diterima Cendana News, Jumat (12/6/2020).
Dikatakan bahwa tantangan terbesar dari inovasi penanganan sampah adalah mengubah perilaku diri sendiri. Bagaimana kita mengurangi sampah plastik yang tidak bisa 100 persen hilang dari kehidupan, namun kita harus bijak dalam penggunaanya.
Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K) Muhammad Yusuf, menambahkan, bahwa sekitar 80 persen sampah yang masuk ke laut berasal dari daratan dan 30% dari sampah tersebut merupakan sampah plastik.
Menurutnya terdapat sektor-sektor yang akan terdampak akibat sampah plastik seperti pariwisata, lingkungan dan kehidupan bawah laut serta kesehatan manusia sendiri menjadi terancam.
Dalam penanggulangan sampah laut, KKP terus melakukan inovasi, diantaranya mengembangkan public private partnership di Labuan Bajo dan Nusa Lembongan, uji coba penanganan sampah alat penangkap ikan di Pekalongan, penelitian pola sebaran sampah laut, kajian kerentanan pesisir akibat sampah laut, dan kajian risiko keamanan produk perikanan.
“Selain itu, KKP terus melakukan penyadartahuan terhadap risiko sampah plastik dalam program Gerakan Cinta Laut (Gita Laut), namun upaya tersebut masih belum cukup. Diperlukan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap Yusuf.
Saat ini telah ada beberapa inovasi teknologi pengelolaan sampah yang dapat dikembangkan, seperti pengelolaan botol plastik dan sampah plastik menjadi bahan jalan/aspal. Untuk itu, Yusuf mengajak seluruh masyarakat untuk terus berinovasi agar laut lestari.
“Masyarakat harus berinovasi untuk menjaga laut agar tetap bersih, ikan sehat, dan masyarakat sejahtera, sesuai dengan tema Hari Laut Sedunia,” pesannya.
Diskusi yang diselenggarakan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN-PSL) dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia ini dihadiri perwakilan kementerian/lembaga, LSM, dan akademisi.
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan seluruh orang di dunia tentang peranan penting laut dalam kehidupan.