Penusukan Babinsa, Kasad: Jangan Sampai ‘Walk a Way’

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers di Mabesad, Jakarta, Rabu (24/6/2020). -Ant

JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap kasus penusukan Babinsa Pekojan, Tambora Kodim 0503/JB, Serda Saputra, di depan Hotel Mercure Jalan Kali Besar, Tambora, Jakarta Barat, Senin (22/6).

“Saya perintahkan lakukan investigasi menyeluruh, kejar, jangan sampai walk away begitu saja,” kata Andika, usai olah raga bersama pimpinan media massa di Mabesad, Jakarta, Rabu (26/6/2020).

Saat ini, lanjut dia, kasus tersebut telah ditangani oleh polisi militer.

“Iya, sedang ditangani oleh polisi militer, haruslah, kita harus proses hukum sampai tuntas, enggak boleh gitu-gitu. Apa pun masalahnya enggak boleh main hakim sendiri,” kata jenderal bintang empat ini.

Andika juga akan segera memanggil Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspom TNI), untuk meminta kejelasan kasus tersebut.

“Hari ini akan saya panggil Danpuspom,” kata Kasad.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI M. Zaenal, membenarkan pelaku penganiayaan terhadap Serda Saputra adalah oknum prajurit Marinir.

“Benar, yang bersangkutan adalah prajurit Marinir TNI AL,” kata Zaenal, ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (23/6).

Saat ini, lanjut dia, pelaku penganiayaan itu sudah ditangkap dan dalam  penyelidikan di Polisi Militer TNI AL.

Pelaku penganiayaan, kata Dandim 0503/JB Kolonel Kav. Valian Wicaksono, diduga oknum TNI AL saat ini telah diamankan oleh POM TNI.

“Oknum, ya. Saat kejadian, yang bersangkutan (pelaku) mengaku demikian,” kata Valian di Jakarta, Senin (22/6).

Ada pun pelaku yang tengah dilidik merupakan pelaku utama. Namun, Valian tak dapat memastikan apakah pelaku penusukan terhadap Serda Saputra hanya satu orang atau lebih.

“Dalam penyelidikan, kami sudah lihat CCTV dan sebagainya. Tetapi, nanti apakah yang lain terlibat atau gimana itu ‘kan nanti dari hasil penyelidikan,” kata Valian menjelaskan.

Valian tidak menjelaskan secara detail di mana pelaku tersebut ditemukan. Namun, kata dia, pelaku telah ditangkap pada Senin pagi.

Penusukan bermula saat Serda Saputra bertugas di Hotel Mercure di Jalan Kali Besar, Tambora, Jakarta Barat, Senin (22/6) dini hari.

Tiba-tiba terjadi keributan di dalam hotel. Saat itu Serda Saputra berusaha menyelesaikan perselisihan tersebut.

Nasib nahas menimpa Serda Saputra, saat dia berusaha meredam keributan, justru dia menjadi korban tertusuk senjata tajam oleh pelaku dan menyebabkan dia meninggal dunia.

Valian menyebut, Serda Saputra saat itu sedang mengamankan karantina mandiri dari PMI kerja migran yang baru dari luar, salah satunya ditempatkan di Grand Mercure Batavia.

“Kami ‘kan dilibatkan karena kami ‘kan masuk dalam satgas tersebut. Jadi, ketika terjadi keributan, anggota kami mencoba menyelesaikan tetapi malah almarhum yang tertusuk,” ujar Valian. (Ant)

Lihat juga...