Pasa Ateh Bukittinggi Dibuka, Geliatkan Ekonomi Warga
Editor: Makmun Hidayat
PADANG — Tampilan dan kondisi Pasa Ateh Bukittinggi kini sangat jauh berbeda dengan kondisi Pasa Ateh Bukittinggi dulu, sewaktu sebelum si jago merah membakar ratusan pertokoan yang ada di Pasa Ateh tersebut. Kini terlihat lebih modern dan bahkan layak dibilang seperti mall.
Peresmian Pasa Ateh Bukittinggi ini, sangat ditunggu-tunggu oleh para pedagang dan warga setempat. Kini dengan dibukanya pasar ini, akan menambah geliat ekonomi warga terutama di sektor perdagangan.
“Sekarang Pasa Ateh telah dibangun kembali, menjadi kebanggaan bagi warga semua,” ujar Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, pada peresmian Pasa Ateh Bukittinggi secara virtual, Kamis (18/6/2020).
Irwan menyebutkan tuntasnya pembangunan Pasa Ateh Bukittinggi itu, tidak terlepas dari peran pemerintah pusat dan Jusuf Kalla, Wapres RI ketika itu, yang memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan Pasa Ateh Bukittinggi. Keberadaaan Pasar Ateh itu, juga menjadi bagian pariwisata di Bukittinggi.

“Pasar ini suatu kebanggaan bagi masyarakat Minangkabau khususnya bagi warga Bukittinggi yang selalu ramai dikunjungi. Karena di sana banyak pengusaha pusat grosir terbesar di Sumatera,” katanya.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyebutkan Pasa Ateh Bukittinggi memiliki desain modern, sehingga menarik untuk dikunjungi. Pasalnya, pembangunan pusat perbelanjaan tersebut, didesain untuk menjadi ikon wisata yang terhubung dengan pengembangan pedestrian Jam Gadang.
“Masyarakat pasti senang dengan dibukanya pusat perbelanjaan Pasa Ateh ini,” sebut Ramlan.
Menurutnya, dengan telah beroperasinya Pasa Ateh Bukittinggi itu, bakal menjadi daya tarik bagi masyarakat atau pun wisatawan, untuk datang ke Bukittinggi. Bisa dikatakan, bakal tidak lengkap bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat, bila tidak datang berkunjung ke Pasa Ateh Bukittinggi,” ungkapnya.
Kendati berharap banyak agar ramai dikunjungi, Ramlah tetap mengingatkan untuk para pedagang dan pengunjung, agar patuh dan mengikuti aturan protokol kesehatan COVID-19. Sebab, wabah virus itu masih belum bisa ditebak keberadaannya.
Sementara itu Wamen PUPR, John Wempi Wetipo, melalui virtual menyampaikan, Pasa Ateh menjadi tonggak penggerak ekonomi masyarakat Kota Bukittinggi, dan memiliki sejarah yang cukup panjang.
“Sejak terjadinya musibah kebakaran pada Oktober 2017 lalu. Kementerian PUPR mendapat instruksi dari mantan Wapres Jusuf Kalla untuk pembangunan kembali, dengan tema ramah lingkungan dan modern,” jelas Wempi.
Diinginkannya, pedagang nantinya wajib menjalankan protokol COVID-19 agar pasar tidak menjadi episentrum penyebaran COVID-19. “Kami juga apresiasi terhadap Pemprov Sumatera Barat dan Pemko Bukittinggi yang konsentrasi mengawal pembangunan Pasa Ateh,” ujar dia.
Pasa Ateh Bukittinggi tersebut dibangun dengan biaya Rp292 miliar dari APBN. Pasa Ateh yang baru, dibangun dengan konsep green building dengan luas 3,9 hektare. Gedung megah berlantai empat termasuk basement dengan tinggi total 18,4 meter. Gedung ini dirancang ramah lingkungan dan mampu menampung lebih dari 800 toko.