Memanfaatkan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Tanaman Obat

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Bercocok tanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau pun lahan seadanya, menjadi kegemaran baru warga di tengah pandemi Covid-19. Selain untuk mengisi waktu luang, serta membuat suasana rumah menjadi lebih hijau, hasil tanaman juga bisa dimanfaatkan.

Seperti yang dilakukan Romiyati, warga Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Halaman rumahnya yang cukup luas, ditanami berbagai macam tanaman toga. Seperti jahe merah, kunir, temulawak dan lain-lain.

“Bisa menghemat pengeluaran, karena jahe merah masih malah sampai sekarang,” tuturnya, Rabu (17/6/2020).

Romiyati bertutur, awal mula ia gemar menanam tanaman toga, karena saat ada keluarga yang sakit batuk, ia mencari jahe merah ternyata sulit diperoleh. Dan saat mendapatkan, harganya juga mahal. Sehingga sejak itu, ia mulai memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk berbagai macam tanaman toga.

Sekarang ini usia tanamannya sudah tiga bulan dan sudah mulai berbuah. Menurut Romiyati, beberapa tetangga ada yang terkadang meminta hasil tanamannya, namun ada juga yang datang dan bermaksud membeli.

“Yang paling banyak dicari itu jahe merah dan temulawak, katanya untuk membuat minuman herbal di rumah,” katanya.

Rumiyati sendiri mengaku sering mengonsumsi jahe merah dan temu lawak. Keduanya direbus dan dicampurkan untuk diminum, dengan ditambah sedikit gula. Minuman tersebut, menurutnya, bisa membuat badan lebih segar dan sehat. Mengigat meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi ini sangat penting.

Setelah melihat Rumiyati memanfaatkan lahan pekarangannya untuk tanaman toga, para tetangga banyak yang mengikuti langkahnya. Mereka meminta bibit tanaman kepada Rumiyati untuk ditanam.

Langkah Rumiyati ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Karangpucung, Ratam. Menurutnya, desa setempat menjadi lebih hijau dan sejuk dengan banyaknya warga yang memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami.

“Sejak pandemi ini, warga desa memang menjadi gemar bercocok tanam. Selain tanaman toga, ada juga yang menanam berbagai macam kebutuhan dapur, seperti tanaman cabai, bawang merah, bayam dan lainnya. Hal ini tentu juga berdampak positif bagi lingkungan desa dan secara ekonomi, warga juga sedikit diringankan, karena bisa memenuhi kebutuhan dapur dari hasil kebunnya sendiri,” katanya.

Lihat juga...