Kultur Jaringan untuk Menjamin Suplai Benih Berkualitas

Peneliti Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah melakukan penelitian perbanyakan benih tanaman dengan teknik kultur jaringan  - Foto Ant

JAKARTA – Penerapan teknik kultur jaringan, sebagai metode perbanyakan tanaman, dinilai memberikan jaminan suplai benih berkualitas dalam jumlah banyak. Dengan metode tersebut, kebutuhan benih tidak bergantung pada musim.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Evi Savitri Iriani mengatakan, dengan kultur jaringan dapat diperoleh benih tanaman yang sehat. Dan secara genetis, benih yang didapat identik dengan induknya. Selain itu, kultur jaringan mampu memberi penampilan dengan keseragaman tinggi, serta mudah ditransportasikan dalam jarak jauh dengan jumlah besar dan biaya yang lebih rendah.

Peneliti pemulia Balittro, Amalia menambahkan, teknik kultur jaringan memberi sejumlah manfaat kepada petani. Di antaranya, menghemat biaya dan waktu penanaman tanaman. Hal itu dikarenakan, dengan teknik tersebut berarti juga dapat meningkatkan sistem kekebalan pada tanaman. Sehingga tanaman mampu bertahan dari penyakit yang disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. “Dapat membantu untuk mempertahankan produktifitas tanaman sehingga hasil atau produk pertanian yang dihasilkan dapat maksimal,” katanya, Minggu (21/6/2020).

Perbanyakan benih tanaman dengan teknik kultur jaringan yang dikembangkan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) – Foto Ant

Selain itu kultur jaringan mampu membuat petani memperoleh tanaman baru dengan jumlah banyak dalam waktu singkat. Dengan tanaman yang memiliki sifat sama persis dengan induknya. “Biaya pengangkutan bibit lebih mudah dan murah. Ukuran buah yang dihasilkan sama dengan rasa yang juga sama,” ujar Amalia.

Kultur jaringan juga dapat membantu untuk memproduksi bahan dengan sistem akar yang baik dan ideal, untuk membantu penyerapan nutrisi. Dengan teknik kultur jaringan, tanaman dapat ditanam di media tanam yang sama.

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menegaskan, metode perbanyakan kultur jaringan tanaman dapat menjadi salah satu teknologi yang prospektif dikembangkan, dalam upaya mengelola keanekaragaman hayati Indonesia. “Teknik kultur jaringan harus dikembangkan. Balitbangtan melalui beberapa balai riset dibawah koordinasinya, seperti Balittro ini akan ikut mengedukasi pengembangan kultur jaringan sampai ke tingkat petani,” ujarnya.

Petani yang dalam proses menanamnya menerapkan teknik kultur jaringan, dipastikan akan mendapatkan keuntungan yang besar. Hal itu disebutnya, karena petani pasti memiliki bibit unggul yang berkualitas dengan sifat terus menerus tanpa ada habisnya. (Ant)

Lihat juga...