Kampung Tangguh Semeru di Malang Terus Bertambah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Jumlah kampung tangguh Semeru di Malang saat ini terus bertambah, seiring dengan ditetapkannya kampung tangguh Vila Bukit Tidar (VBT). Setidaknya ada tujuh komponen yang harus ada dalam penanggulangan covid-19 yakni keamanan, SDM, informasi, budaya, psikologi, logistik dan kesehatan.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata, memberikan sambutan dalam launching kampung tangguh VBT, Minggu (14/6/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan, saat ini Polda Jawa Timur bersama masyarakat terus menggiatkan program Kampung Tangguh Semeru, tidak hanya berlaku di Malang sebagai pionir, tapi juga sekarang sudah diberlakukan di seluruh Jawa Timur. Bahkan sudah ada perintah langsung dari bapak Kapolri untuk Kampung Tangguh supaya bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Jadi kita patut berbangga bahwa kampung tangguh Semeru ini berasal dari Malang yang kemudian terus ditularkan di berbagai daerah di Jawa Timur,” ujarnya saat meresmikan Kampung Tangguh Semeru VBT, minggu (14/6/2020).

Menurutnya tangguh secara informasi yang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat adalah saat ini banyak sekali beredar informasi yang tidak benar dan tidak bisa di klarifikasi validitas terkait informasi tersebut. Oleh karenanya diharapkan kepada masyarakat untuk betul-betul bijaksana di dalam mensharing informasi.

“Jadi harus kita saring dulu sebelum kita sharing suatu informasi yang kita dapatkan di media sosial,” ucapnya.

Kemudian terkait tangguh kesehatan, kampung tangguh diharapkan kedepannya bisa melaksanakan rapid tes. Agar nanti warga yang mempunyai keluhan gejala covid-19 seperti suhu tubuh tinggi, susah menelan dan gejala flu, maka itulah yang akan diprioritaskan untuk menjalani rapid tes.

“Nanti akan kita sampaikan kepada walikota, ketua DPRD bahwa perlu dipersiapkan kedepannya kampung tangguh yang sudah diperlengkapi dengan kemampuan rapid tes,” terangnya. Sering kampung tangguh, di kota Malang juga sudah ada pesantren tangguh, mall tangguh dan pabrik tangguh,” tadasnya.

Sementara itu, ketua Satgas covid-19 VBT, Akhmad Muwafik Saleh, menyebutkan, dari 7 komponen yang ditetapkan sebagai sayarat Kampung tangguh, ada satu komponen tambahan lagi dari kampung tangguh VBT yaitu komponen tangguh Ekonomi yaitu gerakan belanja antar tetangga dalam bentuk pasar online.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada 125 para pedagang dari warga kami ini yang sudah saling memenuhi kebutuhannya melalui pasar online,” sebutnya.

Menurut Muwafik, gerakan belanja antar tetangga bisa menjadi salah satu solusi untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19.

“Jika gerakan belanja antar tetangga bisa dibawa oleh Kapolresta, kemudian disampaikan kepada Kapolri hingga sampai kepada Presiden, kami yakin hal ini bisa menjadi solusi membangkitkan perekonomian masyarakat. Karena New Normal sesungguhnya adalah kembali kepada ekonomi kerakyatan kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Muwafik, hari ini Kampung Tangguh VBT juga bekerjasama dengan Satgas Covid-19 Universitas Brawijaya (UB) untuk memberikan pelatihan pemulasaran jenazah.

Wakil Satgas Covid UB, dr Eriko Prawestiningtyas SpF, menyebutkan bahwa dalam rangka Tri Darma Perguruan Tinggi pihaknya memberikan bantuan APD dan pelatihan pemulasaran jenazah.

“Ini juga sebagai wujud kepedulian pihak kampus untuk mewujudkan kampung yang benar-benar tangguh,” pungkasnya.

Lihat juga...