Jelajah Wisata Virtual Lawang Sewu di Semarang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Di tengah beroperasinya kembali sejumlah obyek wisata di Semarang, Lawang Sewu masih ditutup untuk umum. Pencegahan penyebaran covid-19, menjadi salah satu alasan kenapa Gedung Seribu Pintu tersebut, masih belum dibuka kembali.

“Kota Semarang masih menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Jilid IV, dengan sejumlah kelonggaran, termasuk untuk pengelolaan obyek wisata. Namun untuk Lawang Sewu, yang pengelolaannya di bawah PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata), masih belum dibuka untuk umum,” papar Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, di Semarang, Minggu (28/6/2020).

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, memaparkan meski belum dibuka untuk umum, namun bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Lawang Sewu, bisa melakukan melalui virtual wisata yang ditawarkan Kawisata, saat ditemui di Semarang, Minggu (28/6/2020). Foto: Arixc Ardana

Namun meski belum dibuka untuk umum, namun bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Lawang Sewu, bisa melakukannya melalui virtual wisata yang ditawarkan Kawisata. Pada bulan Juni 2020 ini, ada dua model virtual wisata yang ditawarkan untuk Lawangsewu, yakni virtual night tours de Lawang Sewu dan virtual tours de Lawang Sewu.

Sesuai namanya, virtual night tours de Lawang Sewu menawarkan kepada wisatawan untuk menjelajahi berbagai sudut bangunan bersejarah tersebut, saat malam hari. Keindahan pencahayaan yang menyinari bangunan tersebut, hingga panorama malam kota Semarang dari lantai tertinggi Lawang Sewu, menjadi salah satu pemandangan yang ditawarkan.

Sementara, untuk virtual tours de Lawang Sewu, wisatawan akan diajak menjelajah ke berbagai spot, termasuk area balkon lantai 2 dan 3, juga ruang atas Lawang Sewu yang biasanya tertutup untuk umum pada sore hari.

Selama virtual wisata tersebut, wisatawan akan dipandu oleh guide atau pemandu wisata, yang akan bercerita tentang sejarah spot tersebut atau Lawang Sewu secara umum.

Terjadwal virtual night tours de Lawang Sewu, akan digelar pada Senin (29/6/2020), pada pukul 20.00 WIB- 21.00 WIB. Sementara, virtual tours de Lawang Sewu pada Selasa (30/6/2020), mulai pukul 15.30 WIB- 16.15 WIB. Tiket masuk untuk bisa mengikuti kedua virtual tours tersebut, dipatok Rp 25 ribu per orang. Untuk informasi lebih lanjut terkait virtual wisata di Lawang Sewu, bisa mengakses melalui akun instagram @kawisata

Terpisah, Manajer Humas Kawisata, Ilud Siregar, memaparkan dalam virtual wisata tersebut, para wisatawan akan diajak berjelajah secara virtual menggunakan aplikasi Zoom.

“Virtual wisata ini kita selenggarakan sebagai upaya kami, untuk menghadirkan traveling di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat bisa mengikuti kegiatan tur virtual ke Lawang Sewu, dengan aman, sembari beraktivitas di rumah sesuai dengan anjuran dari pemerintah,” lanjutnya.

Ditambahkan, 10 persen pendapatan akan didonasikan kepada mereka yang membutuhkan dan terdampak virus corona dalam bentuk bahan-bahan kebutuhan pokok sehari-hari, hingga sembako.

Diterangkan, Lawang Sewu merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang menyimpan banyak cerita menarik yang patut diketahui masyarakat.

Dibangun pada 27 Februari 1904, dengan nama Het hoofdkantor van de Nederlandsch-Indische Spoorweg (NIS) Maatschappij, Lawang Sewu dahulunya merupakan kantor pusat NIS, salah satu perusahaan kereta api di era Hindia Belanda. Terletak di bundaran Tugu Muda, yang dahulu disebut Wilhelminaplein.

Dikenal dengan nama Lawang Sewu, sebab bangunan ini memiliki pintu yang sangat banyak, yang sebenarnya merupakan jendela tinggi dan lebar, namun oleh masyarakat dianggap sebagai pintu atau lawang (Jawa-red), sehingga muncul penamaan Lawang Sewu.

Bangunan tersebut setelah masa kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI, atau sekarang PT Kereta Api Indonesia (KAI). .

Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah, saat berlangsung peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Lawang Sewu menjadi salah satu lokasi pertempuran.

Melihat sejarah tersebut, Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

Lihat juga...