Jateng Siapkan Strategi ‘New Normal’ Pariwisata

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak Covid-19. Selama pandemi berlangsung, seluruh tempat wisata ditutup demi mencegah penyebaran. Kini, seiring dengan kebijakan new normal, Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, menyiapkan strategi action plan.

Terlebih, pemerintah melalui Kemenkes sudah mengeluarkan surat edaran HK.02.01/MENKES/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik), dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha.

“Pariwisata di Jateng belum akan dibuka untuk umum. Meski begitu, persiapan menuju normal baru segera dilakukan, sehingga saat pelaksanaan normal baru berlangsung, pariwisata benar-benar siap. Beberapa destinasi pariwisata di Jateng, bahkan sudah melakukan simulasi normal baru. Termasuk, pengelola obyek wisata Candi Borobudur, sudah mengajukan izin simulasi,” papar Kadisporapar Jateng, Sinoeng N Rachmadi di Semarang, Senin (8/6/2020).

Kadisporapar Jateng, Sinoeng N Rachmadi, memaparkan pelaksanaan simulasi Candi Borobudur, menjadi proyek percontohan bagi destinasi wisata lainnya di Jateng, dalam menggunakan protokol kesehatan, di Semarang, Senin (8/6/2020). –Foto: Arixc Ardana

Diterangkan, izin simulasi tersebut sudah diberikan Gubernur Jateng, karena standar protokol kesehatan dalam pelaksanaan simulasi terpenuhi.

“Rencananya, Rabu (10/6/2020) mendatang, kami menggelar simulasi di Borobudur untuk persiapan ini,” katanya.

Sinoeng menambahkan, pelaksanaan simulasi tersebut dimaksudkan untuk memahami dan menguasai protokol kesehatan di destinasi wisata, untuk menjalani New Normal  di tengah pandemi.

“Peserta akan kita batasi sekitar 50 orang. Melibatkan pengelola, pemda. Simulasi akan kita lakukan dua kali, tentunya disertai dengan evaluasi dan rencana tindak lanjut. Kita berharap, pelaksanaan simulasi berjalan baik, sehingga menjadi proyek percontohan bagi destinasi wisata lainnya, dalam menggunakan protokol kesehatan,” harapnya.

Selain di Candi Borobudur, Disporapar Jateng juga mendorong wisata-wisata di tingkat desa untuk melakukan simulasi serupa. “Hal yang sama juga kami dorong untuk desa wisata. Tentu, wisata yang berada di zona hijau,” imbuhnya.

Terpisah, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menandaskan simulasi tersebut sebagai bagian dari upaya menuju new normal di bidang pariwisata.

“Sudah disiapkan dengan baik, mudah-mudahan berjalan lancar dan menjadi percontohan,” jelasnya.

Ditandaskan, pihaknya tengah menyusun aturan new normal untuk diterapkan di berbagai sektor, termasuk pariwisata. Ganjar meminta daerah mempersiapkan sejumlah sarana prasarana pendukung. Misalnya, tenaga dan layanan kesehatan, sehingga bisa saling mendukung.

“Sekarang mulai terasa beberapa sudah bergerak, tinggal sedikit yang perlu kita dorong agar fluktuasinya tidak terlalu tinggi, dan grafiknya bisa sama. Meskipun ini tidak mudah, karena harus selektif. Misalnya, Kota Semarang pasti belum, karena grafiknya masih meningkat. Kita siapkan untuk daerah yang sudah hijau,” tutupnya.

Lihat juga...