Indahnya Nebula Trifid di Konstalasi Sagitarius

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Nebula Trifid merupakan salah satu nebula di konstalasi Sagitarius, yang dapat diamati pada Juni hingga Agustus. Nebula ini merupakan salah objek menarik, karena nebula yang terang dan relatif lebih mudah diamati pada musim kemarau di Indonesia. 

Laboran OAIL ITERA, Aditya Abdillah, memaparkan nebula Trifid dapat dicari dengan menggunakan beberapa langkah.

“Pertama, kita bisa mencari rasi Scorpio, lalu bergeser ke arah timur, di mana lokasi rasi Sagittarius, berada. Setelah itu kita cari area teapot, lalu kita arahkan ke utara sedikit. Di situlah lokasi nebula Trifid atau dalam peta astronomi dikenal juga dengan kode M20,” kata Aditya, saat dihubungi, Jumat (19/6/2020).

Laboran OAIL ITERA, Aditya Abdillah, saat dihubungi, Jumat (19/6/2020). –Foto: Ranny Supusepa

Ia menyebutkan, untuk pengamatan nebula trifid secara visual dengan mata dengan bantuan teleskop, dibutuhkan teleskop ukuran agak besar, kurang lebih 10 cm, dengan kondisi langit yang cukup baik dan polusi cahaya yang sedikit.

“Untuk pengamatan dengan bantuan kamera, dapat difoto jika kita arahkan di area pusat galaksi, yang arahnya berdekatan dengan nebula trifid tersebut,” ujarnya.

Trifid Nebula, lanjutnya, berjarak dari Bumi sekitar 4.100 tahun cahaya dan umurnya sekitar 300 ribu tahun, yang memasukkan nebula ini sebagai salah satu yang relatif muda.

“Ada beberapa hal yang membuat nebula Trifid ini unik. Yang pertama adalah terdapatnya nebula emisi yang berwarna merah, yang merupakah gas panas Hidrogen yang terionisasi. Yang ke dua, terdapat nebula refleksi yang berwarna biru, yaitu nebula yang terlihat karena cahaya pantulan dari bintang-bintang terang di latar depan, artinya lebih dekat dengan Bumi,” urainya.

Dan yang ke tiga, adalah nebula gelap yang berwarna hitam yang merupakan debu-debu molekuler antarbintang, yang ke depannya dapat menjadi salah satu pemicu terbentuknya bintang-bintang baru.

“Terdapat pula kluster bintang muda berwarna biru yang terang dan mengionisasi hidrogen di sekitarnya,” urainya lebih lanjut.

Aditya menyebutkan, sudah dua kali melakukan pengamatan pada nebula Trifid ini. “Pertama kali saat saya baru menjadi staff oail sekitar Juni 2019, dengan menggunakan teleskop katadioptrik (Schmidt-Cassegrain) Meade LX-90, dengan kamera Canon 5D IV. Dan yang ke dua, tahun ini, pada 14 Juni 2020 dengan teleskop refraktor Lunt 80ED f/7 dengan kamera monokrom ZWO ASI 178 MM. Karena kameranya jenis monokrom, kami menggunakan filter warna agar dapat dikombinasikan menjadi gambar tersebut. Kami mengambil dengan menggunakan filter LRGB yang kemudian diolah sedemikian, sehingga menjadi gambar ini,” ujarnya, seraya menunjukkan gambar Nebula Trifid.

Astronom POJ, Widya Sawitar, memaparkan bahwa saat terbaik untuk melihat rasi bintang Sagittarius dimulai minggu ke tiga bulan Juni, jika berpedoman di kota Jakarta.

“Pada pukul 18:00 WIB, rasi bintang ini sudah berada di ufuk timur. Pada 7 Juli, jam 24:00 WIB ada di meridian, yaitu lingkaran yang menghubungkan titik utara dan selatan yang melewati puncak langit, midnight culmination date. Ketinggian dari titik selatan sekitar 70 derajat,” kata Widya, saat dihubungi terpisah.

Pada awal Januari, lanjutnya, Sagittarius pada jam 18:00 WIB sudah terbenam bersamaan dengan terbenamnya Matahari. Sehingga, sepanjang malam tidak dapat dilihat sampai bulan Juni berikutnya.

“Nebula Triffid atau M20 NGC6514 merupakan salah satu nebula yang ada di gugusan Sagittarius. Nebula ini merupakan nebula emisi yang diketahui sebagai tempat kelahiran bintang-bintang baru, seperti yang terjadi pada Nebula Orion di rasi bintang Orion,” pungkasnya.

Lihat juga...