Harga Anjlok Petani Cabai di Lamsel Tunda Panen
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Pada kondisi normal panen cabai keriting kerap dilakukan sore untuk dijual pagi hari berikutnya ke pasar. Namun Novita Indarwati, pemilik sekitar 12 ribu batang tanaman cabai keriting memilih menunda panen karena harga belum beranjak naik setelah pekan sebelumnya mencapai Rp5.000 perkilogram.
Novita Indarwati menyebut semula menjual komoditas cabai keriting untuk kebutuhan pasar Padang, Sumatera Barat. Namun imbas harga anjlok ia memilih menjualnya ke pengepul lokal dengan tujuan efesiensi biaya operasional.
“Sementara menunda panen bahkan meski sebagian sudah membusuk di kebun. Lebih baik tidak dipanen, jika ada yang membeli dominan pemilik usaha warung makan untuk kebutuhan bumbu dapur,” terang Novita Indarwati saat ditemui Cendana News, Minggu (21/6/2020).
Ia melanjutkan dengan harga pada tingkat petani Rp5.000 ia hanya mendapat Rp5juta untuk satu ton hasil panen. Sementara dalam kondisi normal ia kerap menjual cabai keriting seharga Rp15.000 atau satu ton mendapatkan hasil Rp15juta. Kerugian sekitar Rp10 juta per ton hasil panen dialami dari satu lahan sementara ia dan sang ayah memiliki sejumlah lahan.
“Penundaan panen cabai keriting masuk pada masa panen grantingan atau pada bagian ranting, normalnya bisa dipanen hingga 15 kali,” terangnya.
Faktor penyebab anjloknya harga jual cabai keriting menurutnya melimpahnya pasokan dari pulau Jawa. Pasokan hasil panen cabai keriting dari luar Sumatera berimbas harga lebih bersaing.
Susilo, salah satu pengepul cabai keriting menyebut urung menjual cabai ke wilayah Padang, Sumatera Barat. Selain itu dengan harga maksimal ke konsumen mencapai Rp10.000 saja ia merugi dari sisi operasional biaya pengiriman.
“Kalaupun masih membeli dari petani lebih baik memasok kebutuhan pasar Bandar Lampung lebih dekat biaya operasional kecil,” terangnya.
Susilo mengaku dampak Covid-19 secara tidak langsung mempengaruhi petani dan pengepul. Sebab sebagian modal diperoleh dari meminjam di bank. Ia telah mencoba meminta relaksasi pinjaman namun belum disetujui. Kerugian pada bisnis cabai keriting menurutnya ikut memukul sektor pertanian terutama budidaya cabai. Saat masa tanam berikutnya ia berharap harga kembali naik.