Empat Aplikasi Bantuan untuk Mengamati Langit
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Ketertarikan pada benda langit, mayoritas terhalang oleh ketidakpahaman tentang bagaimana mengenal atau mengetahui posisi benda langit yang akan diamati. Untuk membantu para ‘newbie’ di pengamatan langit, Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Roni Syamara, memberikan empat solusi.
“Yang pertama, yang paling konvensional, itu menggunakan peta bintang. Mudah penggunaannya, tidak menggunakan listrik dan bisa dibawa ke mana-mana,” kata Roni saat dihubungi, Minggu (28/6/2020).

Ia menjelaskan penggunaan peta bintang ini cukup mudah, karena pada lingkarannya sudah ada bulan dan jam yang menjadi patokan.
“Lingkaran ini bisa diputar. Jadi tinggal diputar sesuai dengan jam dan bulan saat pengamatan maka akan bisa terlihat rasi bintang apa saja dan di arah mana bisa terlihat,” ujarnya seraya menunjukkan peta bintang miliknya.
Yang kedua, menurutnya, adalah menggunakan Google Sky Map.
“Ini bisa diunduh dari playstore. Dan bagusnya ini gratis. Dan cara pengamatannya juga tidak susah,” ujarnya.
Yang ketiga adalah menggunakan Stellarium, yang memungkinkan penggunanya melihat benda langit secara realistis dan akurat. Stellarium dapat digunakan baik di komputer maupun ponsel.

“Aplikasi yang bisa diunduh di playstore ini memungkinkan mengenali bintang hanya dengan menggerakkan ponsel ke arah langit,” ujar Roni.
Yang keempat adalah Star Chart, yang bisa digunakan pada ponsel berbasis android maupun yang berbasis IOS.
“Kelebihan Star Chart ini, bisa melakukan pengamatan untuk waktu 10.000 tahun ke depan maupun ke belakang dari waktu saat ini. Dan bisa juga untuk mengubah posisi pengamatan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Dan banyak aplikasi yang bisa dibeli untuk mempelajari katalog ratusan benda langit yang sudah disempurnakan,” pungkasnya.