DPR/MPR Gaungkan Semangat Gotong Royong Hadapi Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menilai Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa ideologi Pancasila yang bersarikan gotong royong, mampu menjadi senjata pamungkas bangsa Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. 

Terlihat melalui sigapnya masyarakat berada di garis terdepan perjuangan melawan Covid-19. Dari mulai menggalang donasi, memberikan bantuan, hingga menyiapkan tempat karantina secara mandiri di lingkungan RT/RW setempat.

“Di tengah ketidakakuratan dan simpang siur data penerima bantuan sosial yang menyebabkan lambatnya bantuan dari pemerintah turun ke lapangan, masyarakat justru sudah terlebih dahulu menggalang donasi. Memanfaatkan berbagai platform digital, donasi yang terkumpul jika ditotal mencapai ratusan miliar rupiah. Disadari atau tidak, sikap gotong royong tersebut menandakan bahwa spirit Pancasila masih mengalir deras dalam setiap aliran darah anak bangsa,” ujar Bamsoet melalui jejaring sosial media WhatsApp yang diterima Cendana News, usai mengikuti Upacara Perayaan Hari Lahir Pancasila yang dilakukan secara virtual, Senin (1/6/2020).

Bamsoet mengatakan, dalam upacara virtual, dirinya mendapat tugas membacakan tes Pancasila dari Kantor MPR RI, Presiden Joko Widodo menjadi Inspektur Upacara dari Istana Bogor, Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan Pembukaan UUD NRI 1945 dari Kantor DPR RI, dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membacakan doa dari kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo setelah jumpa pers beberapa waktu lalu. Foto: M. Fahrizal/HO

Bamsoet mengungkapkan, ideologi Pancasila dengan spirit ekonomi kerakyatan terbukti mampu menguatkan tiang perekonomian nasional sehingga tak mudah rapuh diterjang berbagai badai. Terbukti sejak diterpa krisis global 2008 dan kini pandemi Covid-19 yang mengguncang perekonomian dunia hingga hancur lebur. Indonesia juga terdampak, namun perekonomian Indonesia tak sampai babak belur.

“Riset terbaru Morgan Stanley memperlihatkan bahwa Indonesia termasuk kelompok negara kedua, setelah Cina, yang perekonomiannya akan cepat pulih ke kondisi pra-Covid-19. Kemampuan Pancasila yang selalu terbukti mampu menjaga bangsa ini dari berbagai badai, membuat berbagai ideologi transnasional lainnya tak akan bisa hidup di Tanah Air tercinta,” ujar Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, kuatnya spirit gotong royong itu jugalah yang menempatkan Indonesia di posisi pertama sebagai negara paling dermawan se-Dunia berdasarkan survei Charities Aid Foundation (CAF), sebuah lembaga amal berbasis di Inggris.

“Melalui tiga aspek kebaikan yang dijadikan sebagai indikator, yakni membantu orang yang tidak dikenal, memberi sumbangan, dan menjadi relawan, Indonesia memperoleh skor 59. Disusul kemudian oleh Australia, Selandia Baru, Amerika, dan Irlandia. Ini sangat membanggakan,” pungkas Bamsoet.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani yang pada upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020 secara virtual dari rumah dinas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, bertugas membacakan naskah Pembukaan UUD 45, dalam sambutannya mengatakan bahwa 75 tahun yang lalu tepatnya tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno berpidato di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Di dalam pidatonya tersebut Bung Karno memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara kita Indonesia.

Puan mengatakan, Bung Karno di dalam pidato-nya tanggal 1 Juni 1945 menjelaskan bahwa intisari dari Pancasila adalah gotong royong. Yakni gotong royong dengan suatu paham yang dinamis lebih dinamis dari kekeluargaan.

Gotong royong yang menggambarkan satu usaha, satu amal,  satu pekerjaan. Gotong royong dalam artian pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama.

“Amal semua buat kepentingan bersama, keringat bersama buat kebahagiaan bersama. Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama. Gotong royong adalah jiwa bangsa Indonesia, jiwa persaudaraan, jiwa kekeluargaan, jiwa kerja bersama,” ucapnya melalui jejaring sosial media WhatsApp yang diterima Cendana News, Senin (1/6/2020).

Dikatakan Puan, saat ini kita bersama sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada aspek kesehatan dan juga telah melumpuhkan seluruh aktivitas masyarakat, baik di bidang sosial, ekonomi, budaya, bahkan kegiatan bersama keagamaan.

Menurutnya, penanggulangan Pandemi Covid-19 membutuhkan kerja bersama, gotong royong dari semua komponen bangsa, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

“Alhamdulillah, dalam menghadapi pandemi Covid-19, saya melihat jiwa gotong royong yang terpancar di tengah rakyat Indonesia,”katanya.

Puan mengatakan, memang, untuk melawan Covid-19 kita jangan hanya terpaku pada istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar, tetapi yang Indonesia juga butuhkan saat ini adalah Gotong Royong Berskala Besar.

“Saya tekankan kembali, Indonesia saat ini butuh Gotong Royong Berskala Besar,”ucapnya.

Menurutnya, sebagai bagian dari Gotong Royong Berskala Besar, DPR-RI selama beberapa bulan terakhir memfokuskan tugas konstitusional dalam melawan Covid-19 melalui fungsi pengawasan, fungsi anggaran, dan fungsi legislasi DPR.

Puan sampaikan, lebih dari 150 rapat DPR-RI pada masa persidangan periode 30 Maret 2020 hingga 12 Mei 2020 berkaitan dengan penanggulangan Covid-19 dan dampaknya. Dan sebagai bagian dari menjalankan fungsi pengawasan DPR-RI mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru dalam melaksanakan the new normal agar tidak memunculkan kebingungan baru di masyarakat.

“Diperlukan pra kondisi dan protokol yang dipahami bersama dengan masyarakat sebab rincian new normal untuk setiap jenis kegiatan dan wilayah tentu berbeda-beda,” pungkasnya.

Lihat juga...