DBD di Sejumlah Daerah Mengganas di Tengah Pandemi Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Di tengah pandemi Covid-19, Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengganas di beberapa wilayah. Salah satunya di Kabupaten Cilacap, dimana sampai dengan akhir bulan Mei lalu, sudah ada 316 kasus DBD, dengan korban meninggal dunia 4 orang.

Tak hanya di Cilacap, di Kabupaten Banyumas kasus DBD juga mengalami peningkatan. Saat ini tercatat sudah ada 195 kasus DBD, dengan jumlah meninggal dunia ada 6 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi, mengatakan, memasuki musim kemarau nanti, masyarakat diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Sebab, untuk wilayah yang kesulitan air bersih, ada kebiasaan masyarakat menampung air.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi, ditemui Rabu (3/6/2020) di Cilacap. Foto: Hermiana E. Effendi

“Jadi tidak hanya di musim penghujan DBD harus diwaspadai, di musim kemarau juga tetap berpotensi untuk muncul DBD, karena munculnya banyak tempat penampungan air,” jelasnya, Rabu (3/6/2020).

Lebih lanjut Pramesti merinci, dari 316 kasus DBD yang muncul, yang terbanyak berasal dari Kecamatan Kesugihan, Cilacap Tengah dan Cilacap Utara. Tiga kecamatan tersebut menyumbang terbanyak jumlah penderita DBD.

Melihat perbandingan dengan tahun sebelumnya, kemungkinan besar kasus DBD tahun ini mengalami peningkatan di Cilacap.

Sebab sepanjang tahun 2019 lalu, jumlah kasus DBD ada 474 kasus dan jumlah korban yang meninggal dunia ada 8 orang. Sementara sampai dengan bulan kelima di tahun ini, angka DBD sudah mencapai 316 dan 4 kasus kematian.

“Untuk mencegah melonjaknya kasus DBD, harus dilakukan upaya penanggulangan bersama-sama. Di tengah pandemi Covid-19 ini, maka masyarakat harus pro aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mandiri di rumah dan lingkungan masing-masing. Petugas juga harus terus mengingatkan dan mengedukasi masyarakat supaya tertib melakukan PSN dengan cara 3M plus, larvasidasi dan fogging focus,” terangnya.

Menurut Pramesti, PSN lebih efektif untuk memberantas sarang nyamuk, sehingga diharapkan warga Kabupaten Cilacap minimal seminggu sekali melakukan PSN di rumah masing-masing. Selain itu, lingkungan sekitar rumah juga harus diperhatikan kebersihannya, terutama munculnya banyak tempat cuci tangan insidentil di depan rumah.

Sementara itu, salah satu warga Cilacap, Adriansyah, mengatakan, ada keluarganya yang terkena DBD, kemungkinan besar karena salah satu tetangganya ada yang memelihara burung. Sehingga banyak terdapat air pada tempat minum burung.

“Tetangga saya ada yang memelihara burung cukup banyak, tentu hal tersebut mengundang nyamuk, karena tiap sarang burung ditempatkan satu tempat minum,” tuturnya.

Lihat juga...