Budidaya Ayam Joper, Kantongi Jutaan Rupiah Tiap Bulan

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Seorang pensiunan PNS asal Bantul berhasil merintis usaha budidaya ayam jawa super (joper) sejak dua tahun terakhir. Dari usahanya itu, ia pun mampu meraup keuntungan bersih hingga mencapai Rp7juta per sekali panen atau sekitar 60 hari. 

Dia adalah Tukijo, asal Desa Argosari, Sedayu, Bantul. Memanfaatkan lahan tak terlalu luas, ia mengaku memelihara ayam joper sebanyak 1500 ekor. Ayam joper dipilih karena harga jualnya yang lebih stabil yakni mencapai Rp29-31 ribu per kilogramnya.

“Ayam Joper ini harga jualnya stabil. Paling minim Rp29 ribu per kilo. Sementara paling tinggi sampai Rp31 ribu per kilo. Tidak seperti ayam pedaging biasa yang selalu turun naik,” ungkapnya kepada Cendana News, Selasa (23/6/2020).

Meski begitu, salah satu kekurangan dari budidaya ayam joper diakui adalah cukup besarnya modal yang harus dikeluarkan. Selain harus menyiapkan kandang sesuai standar baik itu untuk memelihara anakan di bawah umur 21 hari, pembudidaya juga harus memiliki kandang untuk pembesaran.

Tukijo, asal Desa Argosari, Sedayu, Bantul membudidayakan ayam Jawa super (joper), Selasa (23/6/2020). -Foto: Jatmika H Kusmargana

“Untuk bibit usia 1-2 hari, harganya Rp5rb per ekor. Sehingga jika memelihara sebanyak 1500 ekor butuh modal biaya bibit Rp7,5 juta,” katanya.

Sementara itu, biaya operasional budidaya ayam joper selama satu kali masa panen atau 60 hari, seperti kebutuhan pakan, vitamin, vaksin hingga perawatan, dikatakan mencapai Rp31juta. Jumlah itu termasuk biaya untuk disinfektan, hingga kebutuhan gas untuk penghangat anakan ayam di bawah usia 21 hari.

“Saat panen usia 60 hari, satu ekor ayam Joper biasanya memiliki berat 9 ons hingga 1 kilo. Semua tergantung dari perawatan dan kesehatan ayam,” katanya.

Tingkat kematian ayam joper sendiri dikatakan Tukijo relatif cukup kecil. Yakni kurang dari 3 persen. Berdasarkan pengalamannya dari sebanyak 1500 ekor ayam, jumlah kematian hanya sebanyak 40 ekor. Yakni pada rentang usia anakan di bawah umur 21 hari.

“Risiko kematian paling tinggi saat anakan berusia di bawah 21 hari. Setelah usia 21 hari ke atas, ayam joper lebih tahan terhadap cuaca maupun penyakit,” ungkapnya.

Lihat juga...