Begini Cara Pemudik Berupaya Lolos dari Penyekatan Kendaraan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
SEMARANG — Ada beragam cara yang dilakukan para pemudik, agar bisa lolos dalam penyekatan kendaraan di gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Mereka yang sudah diputar balik, ada yang berusaha kembali melintas.
“Ada yang setelah diputar balik, kembali berusaha melintas. Selain itu, juga ada kendaraan yang menggunakan nomor tanda kendaraan bermotor dari wilayah Jateng, yang dipalsukan agar bisa lolos penyekatan,” papar Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi di pos penjagaan Tol Kalikangkung Semarang, Sabtu (6/6/2020).
Tidak hanya itu, ada juga kendaraan yang nomor polisi (nopol) disamarkan agar tidak terlihat oleh petugas. “Melihat berbagai upaya ini, kami meminta kepada para pengendara yang akan kembali ke wilayah barat (Jakarta-red) untuk mengikuti aturan yang sudah disampaikan,” terangnya.
Dipaparkan, meski arus balik Lebaran sudah hampir dua minggu, namun kendaraan yang menuju ke arah Jakarta masih tinggi. Tidak hanya itu, penumpang yang tidak melengkapi diri dengan persyaratan sesuai edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ke Jakarta, juga masih banyak ditemukan.
“Kita masih terus melakukan penyekatan, dalam upaya penekanan penyebaran virus corona. Terlebih arus balik ke arah Jakarta juga masih tinggi, khususnya lewat jalur tol. Setiap kendaraan kita cek, termasuk para penumpang. Jika tidak sesuai persyaratan, kita minta putar balik, ” papar Ardi.
Ditandaskan, jumlah kendaraan yang diputar balik di Gerbang Tol Kalikangkung mencapai 800 sampai 1.000 kendaraan per hari. “Kita laksanakan terutama yang menuju ke Jakarta di Kalikangkung, banyak yang kami putar balikkan. Rata-rata per hari 800 sampai 1.000 kendaraan,” tambahnya.
Menurutnya, kendaraan yang diputarbalikkan sebagian besar merupakan kendaraan pribadi. Penyekatan itu akan terus dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
“Kami akan lakukan penyekatan terus sampai hari ini, sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Kalikangkung AKP Wahono. Diterangkan, pihaknya bersama tim gabungan terus melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas.
“Kita cek suhu para penumpang, juga surat-suratnya, seperti dokumen kesehatan, serta SKIM)yang dikeluarkan dari Pemrov DKI Jakarta. Jika pengendara mampu menunjukan surat itu maka akan diberi kelonggaran untuk melintas dengan catatan kondisi fisik sehat, memakai masker, serta penumpang kendaraan juga tidak lebih dari 50 persen kapasitas kendaraan,” tandasnya.
Selain dari kepolisian, juga ikut petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, yang ikut mengecek untuk angkutan umum. “Meski kendaran angkutan barang masuk dalam pengecualian, namun penumpangnya juga kita cek suhu badan, baik sopir atau kernet,” pungkasnya.