Baznas Terapkan Tiga Strategi Pengumpulan Zakat di Tengah Pandemi

Editor: Koko Triarko

Direktur Utama Baznas, M Arifin Purwakananta dalam konferensi pers bertajuk 'Pengumpulan ZIS Baznas' secara online di Jakarta, Senin (15/6/2020) sore. -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan berbagai inovasi dalam pengumpulan zakat di tengah pandemi Covid-19.  Salah satunya diwujudkan dengan berbagai langkah strategis sebagai bentuk adaptasi, untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) saat pandemi.

Direktur Utama Baznas, M Arifin Purwakananta, mengatakan inovasi menitikberatkan pada tiga hal, yakni kampanye atau ajakan zakat yang massif, pelayanan pembayaran dan pembukaan kanal donasi.

Ketiga hal ini, menurutnya adalah strategi yang dikembangkan di Baznas dan juga lembaga zakat lainnya dalam masa krisis Covid-19.

Dengan mengembangkan kampanye atau komunikasi yang baik, yakni dengan memanfaatkan platform media online, baik itu whatsapp, facebook, twitter, dan sebagainya, berisi poster ajakan dan program bantuan Baznas selama pandemi.

“Strategi pengembangan kampanye tersebut untuk pelayanan yang memuaskan, salah satunya dengan layanan jemput zakat,” ujar Arifin, dalam konferensi pers bertajuk ‘Pengumpulan ZIS Baznas’ secara online di Jakarta, Senin (15/6/2020) sore.

Dia menjelaskan, keberhasilan dalam pembukaan kanal donasi merupakan elemen terakhir yang mempengaruhi peningkatan jumlah penghimpunan dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Yaitu, dengan membuka berbagai kanal donasi, baik zakat, infak, sedekah, salah satunya melalui kanal digital.

Melalui inovasi layanan ini, menurutnya penghimpunan dana ZIS dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) di tengah masa pandemi tetap meningkat signifikan.

“Pertumbuhan pengumpulan ZIS melalui kanal digital periode bulan Januari hingga Mei mencapai 284 persen,” ungkap Arifin.

Baznas, jelas dia, gencar melakukan inovasi dan melakukan banyak kerja sama dengan  perusahaan e-commerce dalam masa pandemi Covid-19. Tujuannya, untuk memberikan kemudahan membayar zakat kepada para muzaki.

Hal ini, tentunya juga ditambah dari sektor retail, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Corporate Social Responsibility (CSR), dan zakat perusahaan.

Arifin meyakini, menghadapi tatanan baru atau new normal ini masalahnya bukan pada bagaimana kesiapan kita menghadapi digital. “Tapi bagaimana kesiapan kita untuk beradaptasi, dan digital bagian dari kita untuk beradaptasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan, selama

Januari hingga Mei 2020, dana ZIS dan DSKL yang terkumpul mencapai Rp 211.864.061.530 atau mengalami kenaikan 70 persen dibanding periode yang sama 2019.

Secara teori, ketika jumlah muzzaki yang terkena imbas krisis ekonomi akibat Covid-19 bertambah. Sehingga orang yang mencapai nishab zakat menjadi berkurang, baik pengusaha maupun karyawan, maka perolehan zakat diperkirakan turun.

Namun pada kondisi tersebut, menurutnya justru banyak muzzaki baru yang muncul yang tergerak untuk turut membantu penanganan Covid-19.

Sehingga, tegasnya, selama rentang periode Januari hingga Mei 2020, di mana setengah dari masa rentang ini dijalani dengan kondisi tidak biasa karena pandemi Covid-19, performa pengumpulan ZIS dan DSKL BAZNAS sangat baik.

“Indikatornya adalah pertumbuhan setiap bulannya tidak kurang dari 30 persen dari bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Begitu pun angka pertumbuhan muzaki yang mencapi 176 persen. Ini sebuah pencapaian yang patut disyukuri dalam kondisi yang sulit ini,” ungkap Arifin.

Menurutnya, meningkatnya kepercayaan publik kepada Baznas dalam situasi pandemi Covid-19, didukung dari gerak cepat Baznas dalam merespons dan membantu masyarakat yang terdampak krisis Covid-19 lewat program-program bantuan.

Selain itu, kredibilitas Baznas sebagai lembaga negara dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, juga dirasakan kehadirannya oleh publik. Sehingga membuat beberapa media memberikan apresiasinya atas beberapa kegiatan penyaluran bantuan yang dilakukan Baznas.

Pada kesempatan ini, Arifin mengucapkan terima kasih kepada  para muzzaki yang telah mempercayakan ZIS kepada Baznas.

“Semoga Baznas dapat selalu berada di garis depan dalam perjuangan menjalankan amanah dari para muzzaki, membantu mereka yang membutuhkan, terutama yang terdampak karena pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...