Akupunktur Bisa Turunkan Depresi di Tengah Pandemi
Editor: Koko Triarko
BANYUMAS – Penyembuhan akupunktur mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Mulai dari mengatasi gangguan pencernaan, nyeri, tekanan darah tinggi, asam urat, mengurangi mata minus hingga mampu mengurangi depresi di tengah pandemi Covid-19 ini.
Salah satu dokter yang menekuni akupuntur, Dr. Syarif Hadi, mengatakan, setidaknya ada 160 penyakit yang bisa ditangani melalui akupunktur atau tusuk jarum ini. Termasuk mengatasi imsomnia, menurunkan kecemasan serta depresi.
“Di tengah pandemi, banyak orang mengalami depresi dan akupunktur ini merupakan pengobatan yang membuat orang menjadi lebih rileks, sehingga mampu menurunkan tingkat stres, namun untuk pengobatan depresi secara utuh tetap harus disertai pengobatan medis,” jelasnya, Minggu (28/6/2020).
Menurut dokter yang mendalami akupuntur sejak 2017 ini, teknik pengobatan ini bisa dilakukan secara mandiri dan bisa juga dilakukan secara terintegrasi dengan penanganan medis.
Metode pengobatan akupunktur ini dengan cara merangsang titik-titik tertentu yang berada di permukaan tubuh. Dengan tujuan untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan penyakit. Sedangkan akupunktur yang dibarengi pengobatan medis dilakukan untuk penanganan penyakit-penyakit berat.
“Untuk satu pasien, pengobatan akupuntur dibutuhkan waktu sekitar 20-30 menit. Bagian tubuh yang biasanya dilakukan akupunktur adalah kulit kepala, daun telinga, wajah, daerah batang tubuh, anggota gerak atas dan bawah. Pemilihan titik akupunktur ini dilakukan sesuai kebutuhan pasien,” terangnya.
Menurut Dr. Syarif Hadi, keunggulan dari pengobatan akupunktur adalah pasien terbebas dari efek samping obat-obatan dan tubuh menjadi lebih bugar.
Dr. Syarif sendiri kerap berkeliling desa di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, untuk memberikan layanan akupunktur gratis sambil sosialisasi tentang cara-cara pencegahan Covid-19, dan memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk tidak perlu cemas berlebihan menghadapi pandemi. Sebab, cemas yang berlebihan bisa memicu depresi.
Salah satu warga Purwokerto yang sering mengikuti pengobatan akupunktur, Eviyanti, mengatakan, ia bermaksud mengurangi mata minus dengan teknik akupuntur. Namun, proses pengobatannya harus rutin.
“Untuk mengurangi mata minus kurang lebih prosesnya sebulan, dan satu minggu harus akupunktur dua kali. Lumayan sakit, bisa sampai 5-6 tusukan jarum di wajah,” katanya.