UMP Beri Keringanan Biaya SPP Mahasiswa
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Pandemi Covid-19 yang masih belum usai, membuat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengambil kebijakan untuk meringankan pembayaran SPP mahasiswa pada semester depan.
Rektor UMP, Dr. Anjar Nugroho, mengatakan, ada pemotongan serta penundaan pembayaran biaya SPP bagi mahasiswa. Namun, besaran pemotongan masih dalam proses pembahasan internal kampus.
“Yang pasti kita tidak ingin menambah beban orang tua mahasiswa yang terdampak Covid-19 dengan harus membayar SPP sesuai jadwal dan besarannya, karena itu nanti kita berikan pemotongan dan kebijakan penundaan pembayaraan,” kata Rektor, Kamis (14/5/2020).
Lebih lanjut Rektor mengungkapkan, pihaknya tidak menutup mata pada kondisi masyarakat, termasuk para orang tua mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi ini.
Ia mengatakan, banyak sektor usaha yang terpaksa harus tutup, mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga usaha skala industri. Semuanya mempunyai dampak bagi masyarakat, penutupan industri juga berdampak pada hilangnya mata pencaharian pekerja.
Meskipun begitu, pelaksanaan pembelajaran harus terus berjalan di tengah pandemi. Sehingga pihak kampus juga memberikan subsidi paket data bagi para mahasiswa sebagai sarana belajar dari rumah.
Total ada 11.140 mahasiswa yang mendapatkan subsidi paket data. Dan, masing-masing mahasiswa mendapatkan subsidi kuota internet senilai Rp200.000.
“Untuk mahasiswa yang orang tuanya terdampak siginifikan, kita berikan beasiswa 100 persen dan mahasisa lainnya juga kita berikan keringanan biaya dengan beasiswa yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan UMP, Ahmad Darmawan. Menurutnya, dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 ini, juga harus diantisipasi pihak kampus, mengingat sebagian besar mahasiswa UMP dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sehingga besar kemungkinan untuk semester depan, banyak sekali yang mengajukan penundaan pembayaran uang semester.
“Kita sudah pikirkan sampai ke situ dan mau tidak mau, UMP harus memberikan keringanan berupa penundaan pembayaran. Pada situasi normal saja, banyak orang tua mahasiswa yang mengajukan keringanan biaya, terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” tuturnya.