Taman Dipangga Wahana Rekreasi Warga Teluk Betung
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Akhir pekan selama masa Ramadan kerap digunakan warga untuk berolahraga, jalan santai. Salah satu spot alternatif yang kerap jadi tujuan warga di Teluk Betung Selatan adalah Taman Dipangga.
Taman yang merupakan ruang terbuka hijau (RTH) tersebut telah puluhan kali mengalami perubahan bentuk. Namun monumen Krakatau tetap utuh.
Stevani, warga Teluk Betung menyebut taman Dipangga tepat berada diantara Jalan WR. Supratman dan Wolter Mongonsidi, Kelurahan Talang.

Berada tepat di area Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Lampung taman tersebut cukup luas. Sejumlah fasilitas rekreasi sempat ada di taman tersebut pada tahun 1990-an silam. Kini taman telah berubah meski monumen Krakatau tetap utuh.
Belasan tahun silam monumen Krakatau dilengkapi dengan prasasti marmer, prasasti mengisahkan letusan gunung Krakatau di Selat Sunda pada tahun 1883. Selain itu bentuk monumen hanya penopang berbentuk oval.
Pada sekeliling monumen dihiasi patung gajah simbol khas Lampung, badak dan sejumlah hiasan lain. Hanya tersisa pohon trembesi atau munggur berusia puluhan tahun yang rindang.
“Tempat rekreasi yang dikenal dengan taman Dipangga jadi lokasi untuk olahraga, bersantai karena sejuk dengan pepohonan yang berada di lereng bukit namun kini berubah setelah sebagian area dijadikan lokasi parkir Mapolda Lampung,” terang Stevani saat ditemui pada area taman Dipangga, Minggu (17/5/2020).
Sempat mengalami kerusakan pada sejumlah titik pembenahan dilakukan pada tahun 2019. Penambahan tulisan besar (giant letter) bertuliskan Taman Dipangga Polda Lampung berwarna biru dan kuning. Monumen Krakatau yang semula berbentuk bulat pada bagian bawah diubah keseluruhan menjadi limas. Monumen kini berbentuk segi delapan atau oktagon.
Usai melakukan kegiatan olahraga, rekreasi pengunjung bisa melihat relief letusan Krakatau. Relief tersebut berupa gambar kepundan Krakatau yang mengeluarkan asap letusan, kapal-kapal di Teluk Lampung yang terkena gelombang tsunami.
Salah satu kapal yang terimbas tsunami adalah kapal Belanda bernama De Broch yang terdampar tak jauh dari lokasi monumen Krakatau.
“Ada sebanyak delapan bidang pada area monumen yang berisi relief soal ledakan Gunung Krakatau, dan pada bagian atas ada pelampung kapal de Broch,” cetusnya.
Terlepas dari nilai sejarah taman tersebut, lokasi Taman Dipangga cukup asri. Sebab sejumlah pohon rindang dengan fasilitas bangku-bangku taman membuat spot tersebut bisa digunakan untuk bersantai.
Sejumlah remaja di sekitar Kelurahan Talang kerap memakai halaman yang luas pada taman untuk bermain bola, bulutangkis dan skateboard. Pada bulan Ramadan usai olahraga taman bisa dipakai untuk bersantai.
Stevani menyebut sebagai ruang terbuka hijau sejumlah titik pada taman Dipangga tidak terawat. Sebab sejumlah rumput, tanaman bunga dibiarkan tidak terurus. Meski demikian keberadaan pohon trembesi dengan kanopi yang lebar bisa memberi kesejukan bagi pengunjung. Sejumlah tempat duduk bisa digunakan untuk bersantai.
“Lokasinya yang ada di bukit membuat pemandangan Teluk Lampung terlihat jelas,” terang Stevani.
Christeva sang putri yang menyukai dunai fotografi menyebut kerap menggunakan taman Dipangga sebagai tempat belajar. Sebab lokasi tersebut memiliki spot menarik untuk mengambil objek foto.
View menarik dari dua tangga penghubung area parkir Mapolda Lampung untuk turun ke monumen Krakatau cukup unik. Hasil sejumlah foto selama rekreasi kerap dipakai untuk feed media sosial Instagram miliknya.
Berada di tugu oktagon tersebut relief sejarah ledakan Krakatau yang sebagian sudah samar membuat ia bisa melakukan selfie. Meski memiliki nilai sejarah namun ia menyebut taman tersebut kurang terawat dengan baik. Sebagai sebuah taman pemandangan kerap tidak elok dengan keberadaan gerobak sampah yang kerap diparkirkan pada sekitar taman.
Saat akhir pekan dalam kondisi udara yang masih segar berada di Taman Dipangga jadi pilihan. Sebab selama masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) sejumlah tempat wisata di Lampung ditutup sementara waktu. Taman Dipangga yang menarik dengan lokasi strategis menurut Christeva jadi spot rekreasi murah meriah.