Semangat Belanja Lebaran Warga Purwokerto Abaikan ‘Social Distancing’

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Mendekati hari raya Idulfitri, jalanan di Kota Purwokerto mulai macet. Dari pasar tradisional hingga mall dan toko-toko baju dipadati pembeli. Semua orang sibuk berbelanja dan mengabaikan social distanching.

Di Pasar Wage Purwokerto, misalnya, seluruh area parkir penuh dengan kendaraan, padahal di lokasi tersebut terdapat enam kantong parkir dan semua penuh. Masyarakat memanfaatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000 yang baru diterimanya untuk berlomba-lomba berbelanja.

“Kemarin hari Minggu pasar penuh, jadi pilih hari ini untuk belanja, ternyata juga penuh. Tetapi bagaimana lagi, karena stok kebutuhan makanan sudah habis, begitu pula dengan bumbu dapur, jadi harus ke pasar,” kata Ina Rahmawati, Senin (18/5/2020).

Area parkir di Pasar Wage Purwokerto penuh oleh pengunjung yang berbelanja,  , Senin (18/5/2020). –Foto: Hermiana E. Effendi

Ina berbelanja bersama ibunya, ia membeli mulai dari daging sapi, tahu, tempe, sayur-mayur hingga bumbu dapur dan makanan untuk takjil puasa.

“Kalau ayam belinya nanti saja mendekati lebaran, buat dimasak opor, sekarang beli daging dulu, nanti direbus dan dimasukkan freezer buat stok bikin rendang pada lebaran,” tuturnya.

Tak hanya bahan makanan yang diserbu pembeli, deretan toko baju di kawasan Pasar Wage juga penuh pembeli. Bahkan, mereka sampai rela mengantre di depan kasir berjam-jam.

Darwati, misalnya, memilih untuk belanja pakaian lebaran di Pasar Wage karena harganya lebih murah dan bisa ditawar. Namun, ia harus rela berdesakan untuk memilih baju.

“Memang tidak bisa dicoba bajunya, karena toko grosir dan penuh sesak, tetapi harganya lebih murah, jadi tetap pilih belanja di sini,” katanya.

Sepanjang hari mulai pagi hingga sore, deretan toko baju di Pasar Wage tampak ramai. Pengunjung bahkan sampai kebingungan mencari tempat untuk parkir kendaraan. Sebagian masyarakat, mengaku memanfaatkan BLT yang diterimanya untuk berbelanja.

Meskipun anjuran untuk menggunakan masker sudah dipatuhi, namun karena banyaknya pembeli, aturan tentang social distancing banyak dilanggar. Saat ditanya apakah tidak khawatir berbelanja di tengah pandemi dan berdesakan, Darwati mengatakan sudah bosan di rumah terus, sehingga momentum belanja juga dimanfaatkan untuk refreshing.

“Sudah bosan Corona terus, tetapi kita tetap memakai masker, soalnya kalau tidak pakai bisa kena denda,” pungkasnya.

Dari pantauan di lapangan, kantong parkir Pasar Wage mulai dari di pintu masuk Jalan Jenderal Soedirman, kemudian di pintu masuk Jalan MT Haryono, hingga di depan Klenteng Hok Tek Bio dan tiga lahan parkir di area dalam pasar, tampak penuh. Sepeda motor mendominasi area parkir.

Lihat juga...