Sampit Lanjutkan Rapid Test untuk Pedagang Pasar Tradisional
SAMPIT – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melanjutkan pemeriksaan cepat atau rapid test terhadap pedagang di pasar tradisional di Sampit.
“Ini merupakan langkah pencegahan, dengan melakukan deteksi dini. Kalau ada yang hasil rapid test reaktif, akan diperiksa lebih lanjut apakah positif terjangkit COVID-19 atau tidak,” kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Halikinnor, saat memantau rapid test di Pasar Al Kamal di Sampit, Kamis (28/5/2020).
Kegiatan pada Kamis (28/5/2020), merupakan hari kedua rapid test massal, dengan sasaran pedagang pasar tradisional. Sebelumnya, rapid test dilaksanakan di Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit, yang diikuti 146 peserta. Mereka adalah, pedagang, petugas kebersihan, petugas keamanan, dan juru parkir.
Kali ini rapid test massal dilaksanakan di Pasal Al Kamal, yang terletak di Jalan Hasan Mansyur Kecamatan Baamang. Rapid tes dilaksanakan sore hari, dan disambut positif pengelola pasar dan pedagang setempat.
Ada 50 orang yang mengikuti rapid tes. Mereka merupakan pedagang ikan dan sayur, juru parkir serta pengurus pasar setempat. Meski dengan perasaan gugup, para pedagang tetap bersemangat mengikuti pemeriksaan tersebut. Mereka antre di kursi yang sudah disediakan, dengan menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yakni dengan menjaga jarak.
Halikinnor mengatakan, pasar menjadi sasaran rapid tes massal, karena tingginya interaksi antarwarga. Yaitu, antara pedagang dengan pembeli, sehingga membuat pasar berpotensi menjadi tempat penularan atau penyebaran COVID-19.
Pemeriksaan dilakukan sebagai wujud kepedulian pemerintah, untuk melindungi pedagang dari virus mematikan tersebut. Jika ada yang hasil rapid test-nya reaktif, kemudian dinyatakan positif COVID-19, akan langsung ditangani hingga sembuh.
Disinggung hasil pemeriksaan rapid test di Pusat Perbelanjaan Mentaya, yang menunjukkan hasil tiga orang reaktif, Halikinnor menegaskan, saat ini terus didalami dan ditangani dengan baik. Halikinnor menegaskan, hasil reaktif pada rapid test belum tentu menunjukkan positif COVID-19. Untuk memastikannya, harus dilakukan melalui pemeriksaan swab di laboratorium. “Harapan kami semua hasilnya negatif,” pungkasnya. (Ant)