RS Unand Padang Optimalkan Penanganan Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, merupakan salah satu rumah sakit yang turut menangani pasien Covid-19 yang ada di Kota Padang. Selain menyediakan 12 kamar pasien, di rumah sakit ini juga memiliki laboratorium yang datang memeriksa uji sampel Covid-19.

Direktur Rumah Sakit Unand Padang, dr. Yevri Zulfikar, mengatakan, fasilitas penanganan pasien Covid-19 di RS Unand Padang, memiliki tempat yang terpisah dengan tempat pelayanan pasien pada umumnya. Untuk palayanan pasien Covid-19 ini, RS Unand Padang memiliki sebuah ruangan yang berada persis terletak di basement rumah sakit.

Direktur Rumah Sakit Unand Padang dr. Yevri Zulfikar, saat berada di rumah sakit, Jumat (1/5/2020)/Foto: M. Noli Hendra

Ia menjelaskan, di sana dengan ketersediaan kamar sebanyak 12 buah, dengan keterangan 5 kamar untuk PDP Positif dan 7 kamar untuk PDP. Sejauh ini RS Unand telah memeriksa pasien ODP sebanyak 51 orang, dan pasien PDP 14 orang. Pasien PDP Positif yang sedang diisolasi sekarang sebanyak 4 orang.

Dikatakannya, RS Unand Padang secara resmi ditunjuk oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat yang dikomandoi langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Semenjak itu, ruangan di bagian bawah basement tersebut langsung dicocokkan dengan ketentuan ruang isolasi pasien Covid-19.

“Untuk penanganan Covid-19 sejauh ini belum ada kendala. Cuma permasalahan sekarang RS Unand berharap dapat mengembangkan ruang operasi dan diharapkan dapat menjadi rujukan untuk membantu penanganan pasien,” katanya, Jumat (1/5/2020).

Selain turut mempersiapkan ruangan khusus untuk isolasi pasien Covid-19, RS Unand Padang juga memiliki laboratorium yang dapat melakukan uji sampel Covid-19. Dalam melakukan pengecekan sampel itu, peralatan yang dimiliki oleh laboratorium sudah sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

“Alatnya itu dibeli dari Korea, setelah tiba di laboratorium langsung dilihat oleh pihak Kemenkes. Ternyata standar kerja di laboratorium dinilai layak untuk ikut membantu pemerintah dalam hal penanganan Covid-19,” ujarnya.

Untuk laboratorium itu, berada langsung di Fakultas Kedokteran Unand. Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, dr. Andani, menyampaikan, di laboratorium itu memiliki sarana penunjang penanganan yaitu 3 mesin PCR yang dapat memeriksa maksimal 480 spesimen per hari, dengan 4 kali tahapan dengan target minimal 200 spesimen per hari.

Ia mengakui bahwa ada kebahagiaan tersendiri ketika menemukan hasil pemeriksaan atau uji spesimen yang memperlihatkan jumlah spesimen yang positif. Sebab, sebelumnya di Sumatera Barat butuh waktu ber hari-hari untuk menunggu hasil dari laboratorium Kemenkes.

“Sekarang kita bisa bekerja dengan waktu yang lebih efisien,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, juga menyebut agar penanganan Covid-19 di Sumatera Barat lebih maksimal, dibutuhkan sebuah alat yang dapat membantu kinerja.

Tidak tanggung-tanggung, Gubernur bahkan telah mengajukan permintaan bantuan kepada pemerintah pusat melalui BNPB RI, untuk membuat mesin ekstraksi robotik (automatic spin column extraction) yang berfungsi untuk mendeteksi spesimen terjangkit atau tidak Covid-19.

Menurutnya, dengan adanya penambahan mesin tersebut Provinsi Sumatera Barat dapat memproses sampai dengan 700 spesimen dalam satu hari. Artinya dengan kemampuan tersebut, Provinsi Sumatera Barat diharapkan dapat membantu provinsi tetangga dalam pemeriksaan spesimen Covid-19.

“Saat ini kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat telah mencapai angka 148 kasus. Terbesar itu berada di Kota Padang ini, kita berharap ada bantuan itu,” ujarnya.

Lihat juga...