Rasio Tes Covid-19 di Indonesia tak Bisa Dibandingkan Negara Lain

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof. drh. Wiku Adisasmito, mengatakan, rasio tes di Indonesia per jumlah penduduk, tidak bisa dibandingkan secara serta merta dengan negara-negara lain yang memiliki letak geografis dan kekuatan ekonomi yang berbeda-beda.

“Indonesia negara keempat dengan populasi terbesar di dunia. Tidak bisa serta merta dibandingkan dengan negara yang ekonominya tinggi dan penduduknya rendah,” kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof. drh. Wiku Adisasmito, saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Menurut Wiku, kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang diperlukan adalah memperkuat sistem untuk proses pengujian sampel guna mengetahui kasus Covid-19. Pemerintah sebutnya, terus berupaya mempersiapkan laboratorium dan mendata jumlah sumber daya manusia laboran atau petugas laboratorium yang dimiliki.

“SDM yang ada bisa memenuhi kebutuhan petugas laboratorium yang diubutuhkan di seluruh wilayah Indonesia. Sampai dengan Senin 4 Mei 2020, secara akumulatif telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 116.861 spesimen dari 86.061 orang yang diperiksa di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Wiku menyebutkan pengetesan sampel menjadi hal yang sangat penting agar bisa mendeteksi keberadaan virus di suatu wilayah. Untuk mengetahui virus ada di mana, katanya perlu melakukan testing menggunakan alat dan proses tertentu, diambil sampelnya dari manusia yang terpapar.

“Ditemukan kasusnya dengan cepat, kemudian dilanjutkan dengan perawatan pasien dan pelacakan riwayat kontak orang-orang yang kontak dekat dengan pasien positif Covid-19 untuk mencegah penyebaran terjadi lebih luas,” ungkapnya.

Wiku menjelaskan saat ini ada tiga metode pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, yaitu pemeriksaan Real Time-PCR yang merupakan standar utama dengan sensitivitas dan spesivisitas hingga 95 persen, tes cepat molekuler yang juga memiliki sensitivitas dan spesivisitas 95 persen, serta rapid test berbasis antibodi dengan sensitivitas dan spesivisitas 60-80 persen.

“Untuk tes RT-PCR, pemerintah Indonesia sudah menunjuk 46 laboratorium di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kapasitas tes dengan target 10 ribu pengujian sampel per hari. Pemeriksaan tes cepat molekuler sebenarnya sudah bisa dilakukan di seluruh Indonesia, namun terkendala pada ketersediaan cartridge khusus COVID-19 yang saat ini sulit didapat karena seluruh dunia membutuhkan,” jelasnya.

Sedangkan yang banyak dikenal oleh masyarakat, lanjut Wiku adalah tes cepat berbasis antibodi yang digunakan sebagai skrining status Covid-19 pada masyarakat yang diduga terpapar virus. Tes cepat berbasis antibodi perlu diikuti oleh pemeriksaan RT-PCR untuk mengonfirmasi apabila seseorang diketahui positif terjangkit Covid-19.

“Tes cepat berbasis antibodi memiliki keunggulan yang dapat mengetahui hasil dalam kurun waktu 15-20 menit. Namun, memiliki kelemahan dari sisi sensitivitas dan spesivitasnya yang rendah,” sebutnya.

Sementara itu Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, hingga hari ini, Selasa 5 Mei 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 12.071 kasus, 2.197 orang dinyatakan sembuh dan 872 orang meninggal.

“Kasus konfirmasi pasien positif Covid-19 yang sembuh hari ini bertambah 243 sehingga jumlah total menjadi 2.197 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat jumpa pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Di sisi lain, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 12.071 setelah ada penambahan sebanyak 484 orang. Sedangkan jumlah kasus meninggal yang disebabkan Covid-19 bertambah menjadi 872 setelah ada penambahan sebanyak 8 orang.

“Dalam hal ini, ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas. Seperti hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia,” ungkapnya.

Lihat juga...