Puasa ke-12 Harga Sembako di Bekasi, Stabil

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Memasuki masa pertengahan bulan suci Ramadan, harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) atau sembako di beberapa pasar tradisional di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, terpantau masih stabil, belum ada lonjakan harga.

Begitu pun dengan stok kebutuhan pokok, terbilang masih aman, meskipun dalam kondisi penerapan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pasar tradisional tetap beroperasi seperti biasa menyediakan kebutuhan pokok. Tapi petugas terus melakukan imbauan jaga jarak, sesuai protokol kesehatan,” kata Amas, Kepala Pasar Tradisional Pasar Baru Kranji, kepada Cendana News, Selasa (5/5/2020).

Amas Kepala Pasar Kranji Baru, Bekasi Barat, memastikan harga kebutuhan pokok dan stok menjelang Idul Fitri masih aman terkendali, Selasa (5/5/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, untuk stok kebutuhan pokok di pasar tradisional hingga Idul Fitri dipastikan aman terkendali. Namun untuk harga biasanya akan terjadi lonjakan saat menjelang Idul Fitri, tapi itu hanya untuk beberapa komoditi.

“Lazimnya pedagang dan warga yang belanja sudah memahami jika nanti menjelang Idul Fitri ada kenaikan harga untuk beberapa jenis komoditi. Tapi sampai sekarang untuk semua jenis kebutuhan pokok masih stabil,” jelas Amas.

Harga rata-rata komoditi, di Pasar Baru Kranji, seperti beras mulai dari Rp10 ribu hingga Rp14 ribu/Kg. Harga cabai rawit merah Rp30 ribu/Kg, cabai merah keriting Rp25 ribu, cabai merah besar Rp50 ribu/Kg.

Begitu pun untuk harga bawang putih hanya mencapai Rp30.000/kg, Bawang merah Rp50.000/Kg, daging sapi Rp120 ribu, ayam broiler Rp33 ribu/Kg.

Harga tak jauh berbeda juga terjadi di dua pasar tradisional lainnya di wilayah Kota Bekasi, seperti pasar tradisional Bantargebang dan Pasar Jatiasih. Tapi tingkat kunjungan pasar masih sepi, warga yang datang ke pasar hanya untuk belanja kebutuhan pokok.

“Pasar biasa masih sepi, meskipun memasuki bulan suci Ramadan. Tapi yang belanja untuk kebutuhan dapur masih stabil, mereka belanja untuk kebutuhan buka puasa dan sahur,” ujar Sumantri pedagang di Pasar Bantargebang.

Menurutnya, pasar juga mulai dilakukan penertiban sejak penerapan PSBB. Salah satunya tidak boleh buka hingga larut malam dan direlokasi semua ke dalam lingkungan pasar.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjamin harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di pasar selama bulan Ramadan stabil. Begitu pun dengan stok kepokmas yang dinilai aman bahkan sampai Idul Fitri nanti.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar, Arifin Soedjayana, menyatakan, pihaknya rutin mengecek stok dan harga kepokmas di sejumlah pasar rakyat di Jabar, terutama di tengah pandemi COVID-19.

Pemberlakuan PSBB di sejumlah wilayah Jabar, kata Arifin, membuat kunjungan masyarakat ke pasar rakyat menurun. Meski begitu, sejumlah pasar rakyat sudah memberikan layanan berbelanja daring via media sosial secara mandiri.

Penurunan kunjungan masyarakat ke pasar rakyat tidak membuat harga dan stok kepokmas bergejolak. Arifin memastikan, pihaknya akan ikut mendorong layanan daring perdagangan pasar rakyat, termasuk pasar ritel modern.

“Sudah menggunakan online. Sudah menggunakan media sosial. Orang tidak harus beli dengan datang. Kemudian juga bisa ada jasa pengantar juga,” ucapnya.

Arifin mengimbau kepada warga Jabar untuk tidak belanja panik (panic buying) menjelang Idul Fitri, terutama warga di daerah yang saat ini sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti Bodebek dan Bandung Raya.

“Masyarakat di masa bulan Ramadan, menjelang hari Idul Fitri nanti, jangan belanja berlebihan, jangan belanja sesuai keinginan, tapi belanjalah sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Lihat juga...