Program Kartu Prakerja Dinilai Bukan Solusi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Program pelatihan Kartu Prakerja di tengah situasi sulit saat ini dinilai kurang tepat, karena masyarakat tidak membutuhkan pelatihan tetapi bantuan langsung tunai.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah bantuan sosial bagi jutaan pekerja yang terkena PHK, korban dampak pandemi Covid-19. Bukan pelatihan,” terang  Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Byarwati, Jumat (1/5/2020) di Jakarta.

Anis juga menilai, alih-alih menguntungkan masyarakat peserta, Kartu Prakerja justru lebih banyak memberi keuntungan bagi perusahaan penyedia pelatihan.

“Kartu Prakerja akan lebih menguntungkan bagi lembaga penyedia pelatihan ketimbang para pesertanya. Terlebih lagi, berbagai pelatihan yang disediakan oleh lembaga penyedia Kartu Prakerja itu, tak jauh berbeda dengan video yang ada di youtube,” sergah Anis

Padahal, tambah dia, pelatihan yang diberikan oleh lembaga penyedia Kartu Prakerja tersebut berbayar. Sementara, video yang ada di youtube dapat disaksikan secara gratis.

Selain bentuk kegiatan yang tidak efektif ini, Anis juga mempertanyakan penggunaan jasa 8 digital platform yang menyediakan bahan serta pelaksana pelatihan dengan memakan anggaran yang sangat besar. Sebesar Rp5,6 triliun dari keseluruhan Rp20 triliun program pra kerja yang dialokasikan pemerintah dari keseluruhan anggaran penanganan pandemik virus corona yang sebesar Rp405,1 triliun.

“Sekali lagi anggaran Kartu Prakerja sebesar Rp5,6 triliun itu dialihkan untuk bantuan sosial untuk jutaan para pekerja yang terkena PHK. Saat ini sudah banyak korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat  Covid-19,” pungkas Anis

Di tempat berbeda, Nanda Puspa salah seorang peserta Kartu Prakerja juga menilai, bahwa Kartu Prakerja malah membuat peserta harus mengeluarkan uang untuk membeli paket internet

Kan kalau mau latihan harus lihat video. Dan itu butuh kuota yang ngga sedikit. Mau ngga mau kita harus beli kuota dulu,” ujarnya.

Ia pun berharap, ada solusi lain yang diberikan pemerintah. Sebab yang dibutuhkannya saat ini bukan pelatihan, melainkan uang tunai untuk keperluan sehari-hari selama masa Covid-19.

“Kita ikut program Kartu Prakerja ini kan tujuannya untuk dapat insentif. Kalau latihan online susah dan kurang efektif,” pungkasnya.

Lihat juga...