Perumahan Persada Baru Barito Kuala Dikarantina Wilayah Lokal
MARABAHAN – Komplek perumahan Persada Permai Baru 2 yang ada di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel) dikarantina wilayah secara lokal. Hal itu dilakukan, setelah hasil rapid tes menunjukan adanya 10 orang warga yang dinyatakan reaktif.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan, Abdul Haris, khusus Komplek Persada Permai Baru 2 dikarantina wilayah secara lokal untuk menghindari penularan yang meluas.
“Komplek itu harus dilakukan lockdown total 14 hari dan diawasi 24 jam oleh personel keamanan gabungan dari Polres Batola dan Kodim 100 Marabahan, guna mencegah penyebaran yang lebih masif lagi,” kata Ketua Gugus Tugas Kalsel yang juga Sekda Pemprov Kalsel tersebut, Senin (18/5/2020).
Pada Senin (18/5/2020) pagi, Tim Gugus Tugas gabungan dari Provinsi dan Kabupaten Barito Kuala, melakukan rapid tes massal terhadap 350 orang. Daerah yang disasar adalah, Komplek Anissa, Komplek Persada Permai Baru 2 (Semangat Dalam), dan Komplek Papan Kemakmuran (Handil Bakti) Kecamatan Alalak.
Di Komplek Annisa, warga yang di rapid tes 82 orang, dengan hasil semuanya nonreaktif. Di Komplek Papan Kemakmuran, dari 105 warga yang dirapid tes hasilnya lima orang reatif. Sementara di Komplek Persada Permai Baru 2, dari 163 warga yang diperiksa, ditemukan 15 orang reaktif. Terhadap 20 orang warga reaktif ini, seketika itu juga dilakukan tes swap oleh Tim Gugus Tugas Provinsi.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola Azizah Sri Widari mengatakan, rapid tes massal ini dilaksanakan atas kerja sama Batola dengan Provinsi Kalsel. “Seluruh peralatan maupun biaya mulai konsumsi masyarakat, petugas, pos jaga, hingga petugas konseling maupun motivator bagi masyarakat dijamin dari provinsi. Sedangkan yang melaksanakan berasal dari tim gabungan Dinas Kesehatan Batola dan Gugus Tugas kita,” katanya.
Azizah, Juru Bicara Gugus Tugas (Jubir Gustu) COVOD-19 Batola menambahkan, rapid tes juga dilaksanakan Selasa (19/5/2020) kali ini mengambil lokasi di Desa Berangas, Kecamatan Alalak. Kegiatan akan menyasar 400 orang, melalui metode sampling. Terkait arahan untuk karantina wilayah terhadap Komplek Persada Permai Baru 2, gugus tugas sudah menghubungi bupati setempat dan mendapat respon positif.
Bupati disebutnya, sudah minta kepada camat untuk segera berkoordinasi dengan para pengurus RT setempat, terkait data kepala keluarga, untuk keperluan lockdown lokal yang rencananya akan dimulai Selasa (19/5/2020).
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Kalsel, H Wahyudin menyarankan, pelaksanaan rapid tes dilakukan lebih tepat sasaran. Mengingat, alat serta biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan cukup mahal. “Harga satu alat rapid test itu mencapai Rp300 ribu, karenanya sebaiknya dilakukan secara lebih efektif guna menghindari pemborosan biaya,” saran Kepala BPBD Provinsi Kalsel itu.
Sementara itu, rapid tes di wilayah Kecamatan Alalak mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Mereka menilai tes yang dilakukan tersebut justru kesempatan untuk memastikan apakah mereka turut terpapar virus corona atau tidak.
Saat digelar rapid tes massal, warga rela antri menunggu namanya dipanggil untuk diperiksa. “Kalau sudah dilakukan tes kita jadi tidak was-was lagi, jika sudah mengetahui diri kita tidak terpapar. Terus terang selama ini kami cukup khawatir terhadap penularan virus corona tersebut,” terang Noor, warga Komplek Persada Permai 2. (Ant)