Permainan Tradisional Bisa Jadi Metode Edukasi Selama Liburan
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Permainan tradisional dengan berbagai jenis alat dan cara memainkan menjadi bentuk alternatif pengusir kebosanan saat penerapan belajar dari rumah selama masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Sebab masa belajar dari rumah yang dianggap waktu libur sejumlah pelajar tetap dibebani tugas sekolah.

Iin Mutmainah, Direktur Komunitas Dakocan Lampung menyebutkan, orangtua, guru dan pemerhati pendidikan memerlukan metode edukasi tepat mengusir kebosanan siswa. Permainan tradisional memiliki nilai edukatif dan bisa memberi dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
“Nilai edukasi bagi anak tentunya bukan hanya terkait pendidikan akademik, tapi bisa juga dari permainan tradisional selama masa belajar dari rumah,” terang Iin Mutmainah saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (14/5/2020).
Pendidikan akademik dengan sejumlah mata pelajaran dari guru di sekolah disebutnya penting. Pembelajaran jarak jauh atau online dengan aplikasi digunakan sejumlah guru. Namun optimalisasi tumbuh kembang anak untuk peningkatan sisi sosial, emosional, kognitif, motorik, bahasa dan nilai moral agama juga diperlukan.
Pegiat dongeng anak tersebut mengaku permainan tradisional bisa juga dikombinasikan dengan sejarah. Sebab memiliki asal usul bahkan bisa dikombinasikan dengan dongeng.
“Permainan tradisional sebagian bisa dimainkan dalam rumah dan butuh pendampingan orangtua,” cetusnya.
Di sela sela bermain sejumlah permainan tradisional, orangtua menurutnya bisa mendongeng. Dongeng bisa menjadi metode edukatif untuk menyampaikan kepada anak anak pola hidup bersih dan sehat untuk pencegahan Covid-19.
Nurizki, ketua Komunitas Rumah Bermain Lampung menambahkan, pelajar tetap diwajibkan mengikuti pelajaran dari sekolah, namun ada kecenderungan pelajar diharuskan menggunakan gawai berbasis android. Imbasnya kerap membuat anak anak ketergantungan.
“Usai tugas selesai dikerjakan pelajar kerap melanjutkan dengan bermain game online, dan aplikasi lain,” cetusnya.
Sejumlah game online tersebut kerap mengurangi dan menghilangkan interaksi antara orangtua dan anak. Permainan tradisional edukatif bisa jadi pilihan bagi orangtua untuk membentuk karakter anak. Sejumlah permainan tradisional seperti dakon atau congkla bisa dimainkan bersama orangtua.
Kristina, salah satu pelajar SMP di Kecamatan Penengahan, Lamsel menyebut tetap belajar secara online dan mengisi waktu belajar di rumah dengan bermain gitar dan sejumlah permainan tradisional lain. Belajar secara online mengurangi interaksi dengan teman sebaya. Namun dengan bermain dakon bersama orangtua kerap jadi pengisi waktu luang di rumah.
Sementara itu Wira, pelajar kelas 5 di salah satu SD mengaku mengisi waktu luang dengan membuat meriam kaleng. Permainan tradisional jadi cara baginya mengisi waktu libur selama pandemi Covid-19.