Pedagang Takjil Diimbau Jaga Protokol Kesehatan
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Bulan suci Ramadan kerap tidak bisa dilepaskan dengan para pedagang makanan dan minuman berbuka (takjil). Maraknya yang tetap berjualan pada masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) membuat potensi kerumunan bisa terjadi. Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 pedagang diminta terapkan protokol kesehatan.
Sumali, Kepala Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebutkan, setiap pedagang diminta menerapkan standar kesehatan. Selain kesehatan makanan yang akan dijual, kebersihan juga tetap harus diperhatikan.
“Pedagang kuliner selama masa Ramadan ikut membantu menyediakan hidangan untuk berbuka atau takjil sehingga tidak dilarang, namun harus tetap menjalankan protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19,” terang Sumali saat ditemui Cendana News, Sabtu (2/5/2020).
Sejumlah pedagang yang tetap berjualan disebutnya telah memahami aturan untuk menjaga jarak (social distancing). Pedagang kuliner dengan berbagai jenis menu yang disiapkan untuk takjil sebagian menjual makanan dalam kondisi yang sudah dikemas.
Santo, salah satu pedagang buah segar jenis melon,semangka dan kelapa muda mengaku dianjurkan menjaga jarak. Selama sembilan hari masa puasa Ramadan ia berjualan buah segar menggunakan mobil.
“Saya menjual buah melon dan semangka di dekat lokasi penjual takjil sehingga kerap berada dalam kerumunan jadi tetap harus menjaga kesehatan,” cetusnya.
Pedagang takjil jenis kolak, es campur, Suminah mengaku diimbau menjaga protokol kesehatan. Ia tetap mengenakan masker selama berjualan untuk menjaga kebersihan makanan yang dijual dan mencegah terpapar Covid-19. Meski dilarang berkerumun ia memilih tetap berjualan untuk mendapatkan sumber penghasilan.
“Beruntung masih ada masa Ramadan sehingga sore hari bisa berjualan takjil dan tetap mengikuti anjuran memakai masker,”cetusnya.
Sugeng Hariyono, relawan Covid-19 menyebut telah berkeliling pada ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Pasuruan. Program pemeriksaan suhu tubuh dengan alat thermo gun dilakukan untuk memastikan warga dalam kondisi sehat. Rata rata suhu tubuh warga mencapai 35 hingga 37 derajat celcius. Selain kepada warga sejumlah pedagang kuliner takjil diperiksa.
Pemeriksaan suhu tubuh pada pedagang takjil di Desa Pasuruan menurutnya untuk memutus mata rantai Covid-19. Selain pemeriksaan imbauan untuk menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun cuci dan hand sanitizer terus dilakukan. Sejumlah warga yang anggota keluarganya baru pulang dari wilayah lain diimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan tetap ada di rumah.