Nelayan di Lamsel Setia dengan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Alat tangkap ikan ramah lingkungan masih digunakan nelayan di perairan laut timur Lampung Selatan (Lamsel). Alat tangkap yang digunakan tersebut meliputi pancing rawe dasar, jaring, sondong, bubu bambu.

Basir, salah satu nelayan di Dusun Sukabandar, Desa Legundi, Kecamatan Ketapang menyebut, masih mempertahankan alat tangkap tradisional jenis pancing rawe dasar. Hal itu dikarenakan alat tersebut sesuai dengan kontur di perairan tersebut.

Sebab dengan kondisi pantai berlumpur sebagai habitat ikan sembilang dan kakap. Ikan-ikan tersebut dapat ditangkap dengan pancing berumpan teripang. Selain itu, penggunaan alat tangkap tradisional menjadi cara untuk ikut menjaga lingkungan. Sebelumnya, nelayan ada yang menggunakan bom ikan, racun ikan yang bisa merusak lingkungan perairan.

Sosialisasi oleh kepolisian dan Dinas kelautan membuat nelayan mulai menyadari pentingnya menjaga ekosistem perairan. “Pada wilayah perairan timur Lamsel belasan tahun silam masih muncul sekelompok ikan lumba-lumba, namun karena penangkapan ikan dengan alat tidak ramah lingkungan, habitat lumba-lumba di sekitar pulau Mundu sudah sulit ditemui,” terang Basir saat ditemui Cendana News, Rabu (6/5/2020).

Penggunaan alat tanglap tradisional juga dilakukan karena nelayan hanya mampu membeli peralatan jenis tersebut. Nelayan tangkap menurut juga masih mempergunakan perahu jenis ketinting dan kasko yang dijalankan tanpa mesin.

Alat tangkap sondong udang digunakan sebagian nelayan untuk melakukan proses penangkapan udang dan ikan perairan dangkal di pantai Desa Legundi,Kecamatan Penengahan Lampung Selatan,Rabu (6/5/2020) – Foto Henk Widi

Meski menggunakan pancing rawe, Basir mengaku tetap memperoleh hasil tangkapan dalam jumlah cukup lumayan. Setiap kali pergi menangkap ikan, sejak sore hingga pagi, ia bisa mendapat 30 kilogram ikan laut. Jenis tangkapan yang kerap diperoleh adalah sembilang,  kakap dan simba. “Proses pemasangan pancing rawe dasar bisa dilakukan tanpa ditunggui, sehingga aktivitas budi daya rumput laut dan kerang hijau bisa dilakukan,” bebernya.

Iwan, salah satu anak warga setempat mengaku menangkap ikan dengan 50 bubu bambu. Bubu bambu adalah, alat tangkap ikan yang dibuat untuk menarik ikan sembilang dan ikan dangkal setelah diberi umpan. Bubu bambu dipasang menggunakan tonggak kayu selanjutnya diberi umpan bekicot, udang, kepiting atau daging ayam.

Mencari ikan dengan bubu dilakukan sembari mengontrol budi daya kerang hijau. “Bubu bisa dipasang sebanyak banyaknya namun ikan yang terperangkap kadang hanya sedikit, cukup untuk lauk makan,” terang Iwan.

Lihat juga...