Indeks STI Naik 1,66 Persen, Saham Singapura Berakhir Menguat
SINGAPURA – Saham-saham Singapura berakhir lebih tinggi, pada perdagangan Selasa (19/5/2020). Hal itu, memperpanjang keuntungan yang telah terjadi sejak sesi sebelumnya.
Indeks acuan Straits Times Index (STI) saham Singapura naik 1,66 persen, atau 42,05 poin, menjadi 2.581,33 poin. Sebanyak 1,8 miliar saham berpindah tangan. Nilainya mencapai 1,54 miliar dolar Singapura atau sekira 1,09 miliar dolar AS. Tercatat ada 293 saham berhasil mencatat keuntungan, dan 179 saham mengalami kerugian.
Indeks STI naik 0,62 persen atau 15,73 poin menjadi 2.539,28 poin, pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2020), dengan volume transaksi mencapai 1,67 miliar saham senilai 1,02 miliar dolar Singapura (sekitar 720,64 juta dolar AS).
Sementara itu, saham-saham Inggris mengakhiri kenaikan selama dua hari berturut-turut pada Selasa (19/5/2020). Indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London turun 46,36 poin atau 0,77 persen, menjadi menetap di 6.002,23 poin.
Indeks FTSE 100 terangkat 4,29 persen atau 248,82 poin menjadi ditutup di 6.048,59 poin pada perdagangan Senin (18/5/2020), setelah bertambah 1,01 persen atau 58,23 poin menjadi 5.799,77 poin akhir pekan lalu. Imperial Brands, perusahaan tembakau multinasional Inggris, menjadi pemain terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips. Harga sahamnya anjlok 6,50 persen. Disusul oleh saham perusahaan multinasional energi dan jasa-jasa Inggris Centrica yang jatuh 5,44 persen, serta perusahaan energi Skotlandia SSE merosot 4,79 persen.
Di sisi lain, International Consolidated Airlines Group, induk perusahaan maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, melonjak 8,16 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan. Diikuti oleh Standard Life Aberdeen, perusahaan investasi global berbasis di Inggris yang terangkat 5,28 persen, serta perusahaan televisi komersial Inggris ITV menguat 3,41 persen. (Ant)