Hari Pertama Lebaran Jual-Beli di TPI Alok Maumere, Sepi

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Saat hari raya Idulfitri 1441 Hijriyah, jalan raya di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tampak lengang, dan areal pertokoan tampak sepi dari aktivitas jual beli.

Tak kecuali di TPI Alok di dekat areal pertokoan, juga tampak sepi dari aktivitas jual beli. Hampir tidak terlihat puluhan kapal nelayan tradisional yang biasanya membongkar hasil tangkapannya.

“Hampir semua kapal nelayan tradisional tidak melaut, karena rata-rata para nelayan sedang merayakan hari raya Idulfitri. Penjual ikan pun sebagian besar tidak berjualan,” kata Fitri, salah seorang penjual ikan di TPI Alok Maumere, Minggu (24/5/2020).

Fitri mengatakan, hanya satu-dua saja kapal lampara yang membongkar hasil tangkapan di TPI Alok, sementara sisanya nelayan-nelayan kecil dengan perahu berukuran kecil menjual ikan selar dan layang.

Burhan, nelayan pemilik kapal lampara di Kelurahan Wolomarang Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui Minggu (24/5/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Meski demikian, kata dia, pembeli pun sepi sehingga harga jual ikan tetap stabil, karena stok ikan melimpah. Apalagi, ikan tongkol dan selar yang stoknya tetap ada, bahkan ada yang datang dari pantai selatan Sikka.

“Ikan tongkol berukuran kecil banyak yang disuplai dari Paga, pantai selatan Sikka. Memang saat ini sedang musim ikan tongkol, sehingga dijual murah 7 ekor ukuran sedang hanya Rp10 ribu,” tuturnya.

Pemilik kapal lampara, H. Burhan, mengaku meskipun sedang ada angin dan gelombang, namun tangkapan ikan nelayan masih tetap stabil. Tetapi, harganya yang mengalami penurunan.

Burhan mengaku tidak melaut sejak kemarin malam, karena sedang merayakan hari raya Idulfitri, sehingga baru bisa melaut Senin (25/5), meskipun harga ikan masih rendah.

“Besok baru kami melaut, karena saat ini sedang merayakan lebaran. Harga ikan juga sedang turun, tetapi kami terus melaut meskipun keuntungan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saja,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Paulu Bangkur, mengaku dua unit pabrik es milik pemerintah tetap beroperasi, meskipun hari libur agar bisa melayani kebutuhan nelayan yang hendak melaut.

DKP Sikka, kata Paul, tetap membuka kantor dan melayani pengurusan surat rekomendasi untuk pembelian solar subsidi bagi para nelayan, agar pasokan ikan di kabupaten Sikka tetap tersedia.

“Memang harga jual mengalami penurunan karena daya beli masyarakat juga menurun,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, sejak pukul 07.00 WITA hampir tidak terlihat kapal-kapal nelayan yang biasa merapat ke pelabuhan TPI Alok Maumere. Hanya ada beberapa perahu nelayan berukruan 3 Gross Ton yang menurunkan hasil tangkapan ikan selar dan tongkol.

Penjual ikan eceran pun jumlahnya hanya sekitar 30 orang saja, dibanding hari biasanya yang bisa mencapai ratusan orang.

Lihat juga...