Harga Jual Ikan Tangkapan Nelayan di Sikka, Turun

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Di tengah pandemi Covid-19, aktivitas penangakapan ikan di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap berjalan seperti biasa, meskipun ada penurunan harga jual yang menyebabkan pendapatan nelayan berkurang.

“Aktivitas perikanan tangkap masih berjalan normal. Setiap hari jam tujuh pagi sampai jam satu siang kami melayani pemberian rekomendasi pembelian solar untuk nelayan secara gratis,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka, Paul Bangkur, Kamis (14/5/2020).

Paul menyebutkan, harga jual ikan pada puncak musim di bulan Maret sampai April sempat mengalami penurunan. Produksi banyak, tapi pemasaran antarpulau maupun ekspor terhenti, sehingga ikan menumpuk di Kabupaten Sikka.

DKP Sikka, ucapnya, mengumpulkan pengusaha perikanan agar bisa membeli hasil tangkapan nelayan. Tapi, khusus untuk ikan jenis pelagis besar seperti tuna dan cakalang dengan harga yang tidak seperti biasanya saat tidak ada pandemi Corona.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, NTT, Paul Bangkur, saat ditemui di kantornya, Kamis (14/5/2020). -Foto: Ebed de Rosary

“Harga ikan cakalang saat hari biasa berkisar antara Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per kilogramnya.Tetapi, pengusaha menyanggupi membeli ikan dari nelayan dengan harga Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogramnya saja,” jelasnya.

Mahmud Laibu, seorang nelayan pemilik kapal lampara asal kampung Wuring, kelurahan Wolomarang, kecamatan Alok Barat, saat ditemui di kantor DKP Sikka, membenarkan hal itu.

Menurut Mahmud, saat pandemi Corona ini nelayan ibarat buah simalakama. Bila tidak melaut, maka tidak memiliki pendapatan untuk menghidupi keluarga. Tapi bila melaut, hasil tangkapan dijual dengan harga murah, apalagi saat musim ikan.

“Kami tetap melaut karena hasil tangkapan ikan juga bagus. Kalau tidak melaut, kondisi keuangan kami lebih parah dan tidak bisa membiayai kebutuhan keluarga kami,” tuturnya.

Mahmud mencontohkan, ikan selar yang biasa dijual satu kantong plastik ukuran 12 sampai 13 kilogram yang biasanya dijual Rp350 ribu sampai Rp400 ribu, saat pandemi Corona harga jualnya turun hingga Rp150 ribu hingga Rp175 ribu per kantongnya.

Harga ikan layang yang biasa dijual Rp175 ribu hingga Rp200 ribu per kantong plastik dengan ukuran sama, kata dia, kini hanya terjual dengan kisaran Rp50 ribu sampai Rp60 ribu.

“Paling kami hanya dapat untung Rp50 ribu sampai Rp100 ribu semalam melaut. Paling ada lebih ikan yang bisa dibawa pulang untuk dikonsumsi bersama keluarganya,” jelasnya.

Rosida, penjual ikan yang ditemui di TPI Alok Maumere pun mengaku mengalami penurunan penjualan, karena pembeli juga menurun drastis. Paling satu orang hanya membeli seharga Rp20 ribu saja.

“Penjualan kamj juga makin hari kian menurun, karena pembeli berkurang dan jumlah uang yang dikekuarkan setiap orang yang biasanya maksimal Rp50 ribu, kini hanya Rp10 ribu sampai Rp20 ribu saja,” ungkapnya.

Lihat juga...