Dampak Corona Wisata Treking ke Kawah Egon, Terhenti
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Kawah Gunung Egon yang merupakan gunung berapi di Kabupaten Sikka selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan terutama wisatawan asing dan merupakan paket wisata alam yang sering dijual kepada wisatawan.
Dampak pandemi Corona membuat wisata mendaki dan menikmati kawah di puncak Gunung Egon yang berada di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pun berhenti total.
“Biasanya dalam seminggu ada 3 sampai 4 wisatawan asing yang menginap di tempat saya dan selalu mendaki puncak gunung Egon,” kata Wenefrida Efodia Susilowati, pemilik homestay di kota Maumere, kabupaten Sikka, NTT, Minggu (10/5/2020).

Semenjak bulan Februari, kata Susi sapaannya, wisatawan asing mulai berkurang terus. Hingga bulan April, sebutnya, sudah tidak ada kunjungan wisatawan asing sama sekali ke Maumere.
Dirinya menambahkan, biasanya kalau ada wisatawan yang hendak mendaki gunung Egon, dia pun meminta pemandu wisata yang suka treking untuk mengantar wisatawan tersebut.
“Pendakian biasa dilakukan saat Subuh sekitar jam 3 atau 4 pagi supaya saat tiba di puncak gunung bisa menikmati sunrise atau matahari terbit. Untuk pemula biasanya butuh waktu 1,5 jam untuk sampai ke puncak gunung,” terangnya.
Biasanya wisatawan yang berkunjung ke homestay miliknya kata Susi merupakan para pencinta lingkungan. Wisatawan tersebut selain suka diving, mereka juga suka mendaki gunung bahkan diajak memungut sampah di pesisir pantai.
Dia pun berharap agar kondisi pandemi Corona bisa segera berakhir mengingat saat ini ada seorang wisatawan asal Perancis yang masih tertahan di homestay miliknya. Wisatawan ini sebelumnya berwisata di Labuan Bajo.
“Kasihan dia tidak bisa pulang ke negaranya dan sudah 2 bulan berada di tempat kami karena negaranya menerapkan lockdown . Penerbangan juga tidak ada ya terpaksa dia tinggal saja di tempat kami tidak bisa ke mana-mana,” tuturnya.
Wisatawan ini pun sambung Susi, telah melaporkan diri ke kantor Imigrasi agar bisa mendapatkan perpanjangan visa karena dirinya tak sengaja untuk tinggal lebih lama di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka, Herry Siswadi, mengatakan, di masa pendemi Corona pihaknya lebih banyak berada di lapangan khususnya kawasan hutan lindung.
Herry menyebutkan, pihaknya memanfaatkan waktu dengan melakukan penataan kawasan wisata treking ke gunung Egon dengan membangun beberapa pondok dan tempat peristirahatan serta menanam berbagai jenis pohon.
“Selain wisata treking, kami juga sedang menyiapkan agro wisata di gunung Egon. Nantinya selain treking, wisatawan juga bisa menikmati agro wisata khususnya ke kebun buah-buahan dan bisa memetik sendiri,” terangnya.