Wagub Sumbar: Warga yang Isolasi Mandiri jangan Dikucilkan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, menyempatkan diri mengunjungi salah seorang warga Gunung Pangilun, Kota Padang.
Saat ini warga itu tengah menjalani isolasi mandiri di rumah lantaran sang suami dinyatakan positif Covid-19. Di kesempatan itu, Nasrul turut bersosialisasi dengan warga yang ada di lingkungan tersebut.
Ia menegaskan, Covid-19 bukanlah sebuah aib. Namun musibah yang harus dihadapi bersama-sama. Untuk itu, hal yang dilakukan oleh warga tersebut patut dicontoh, karena mau menjalankan isolasi mandiri di rumah.
“Saya ikut prihatin, salah satu keluarga di Gunung Pangilun ini suaminya positif. Beliau juga dari keluarga sederhana. Untuk itu pemerintah kota datang ke sini. Memberikan sedikit bantuan dan semangat. Agar bisa melewati musibah ini,” katanya, Kamis (16/4/2020) .
Selain kepada keluarga yang bersangkutan kata Nasrul Abit, dirinya juga memberikan penjelasan kepada masyarakat yang ada di lingkungan rumah tersebut, Covid-19 bukanlah sebuah aib sehingga jangan malu untuk untuk melakukan isolasi mandiri. Terpenting, hal yang juga perlu dilakukan ialah jaga anak-anak di rumah dan pakai masker.
“Dan yang terpenting, jangan ada penolakan. Terutama kalau ada yang meninggal. Kalau itu terjadi dengan keluarga kita bagaimana? Jadi jangan ditolak,” imbaunya.
Mengingat tren kasus Covid-19 terus terjadi kenaikan, Nasrul Abit meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memperketat pengawasan bagi siapa saja pendatang. Jika mereka datang dari zona merah pandemi, maka diwajibkan untuk isolasi mandiri.
“Jika tidak mau isolasi mandiri selama 14 hari, maka lapor ke Polisi, biar nanti dijemput dan kita antar ke tempat karantina,” ungkapnya.
Selanjutnya Nasrul Abit memberikan bantuan berupa sembako kepada pasien isolasi mandiri tersebut. Ia juga memberikan motivasi kepada masyarakat, agar tetap menerima kehadiran pasien. Masyarakat sekitar harus tetap peduli walau harus tetap menjaga jarak dan menggunakan masker.
“Masyarakat di sini harus terus memberikan dorongan semangat agar pasien segera sembuh. Saya minta buat ibu itu untuk sementara tidak keluar rumah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua RW 2 Kampung KB, Amiruddin, menjelaskan pasien positif yang isolasi di RW-nya ini masih merupakan kerabat dekat dari warga kampung tersebut.
Menurutnya, semua warga di RW 2 tidak ada yang keberatan di kampung mereka ada pasien yang dirawat di rumah.
“Pasien ini bukan orang lain. Masih sanak saudara kita. Kami masih serumpun,” ujar Amiruddin.
Amiruddin juga menyampaikan pasien terus dipantau oleh pihak kesehatan. Ia berharap keluarganya cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa.