Sambangi Asrama Mahasiswa Papua, Ganjar Beri Bantuan Sembako
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Di tengah pandemi Covid-19, banyak mahasiswa dari luar Jawa, memilih tetap untuk tinggal di kost atau rumah kontrakan, dibanding mudik ke kampung halaman. Terlebih jika mereka berasal dari zona merah, termasuk para mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Kota Semarang.
Hal tersebut mendorong Gubenur Jateng Ganjar Pranowo, menyempatkan diri mengunjungi asrama mahasiswa Papua di Jalan Tegalwareng Semarang, Rabu (15/4/2020).
Tidak hanya menyapa, kedatangan orang nomor satu di Pemprov Jateng tersebut juga untuk memberikan bantuan, berupa sembako dan kebutuhan lain, guna membantu mahasiswa Papua di Semarang selama wabah Covid-19 berlangsung. Meski singkat, pertemuan tersebut itu berlangsung hangat dan penuh canda tawa.
“Syukur Alhamdulillah, tadi saya tanya semua mahasiswa dalam kondisi sehat. Memang di tengah pandemi corona ini, lebih baik tetap tinggal di rumah kontrakan, di kostan atau asrama, dibandingkan mudik ke kampung halaman,” papar Ganjar.
Dirinya juga kembali menyampaikan imbauan pemerintah, dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Selain tidak berkerumun, sering mencuci tangan dengan sabun, juga harus memakai masker.
“Jaga kesehatan, kalau keluar pakai masker. Jangan lupa cuci tangan dan rajin olahraga. Kalau perlu apa-apa, telepon saya,” tandasnya.
Sementara, salah satu pengurus asrama Papua di Semarang, Ernest Rumadas menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemprov Jateng bagi mahasiswa Papua.
Dipaparkan, wabah Covid-19 ini memang cukup berdampak pada mahasiswa Papua di Semarang. Pihaknya juga sedang mengupayakan adanya bantuan dari Provinsi Papua kepada mereka.
“Bantuan dari Papua belum datang, ini dari Jateng justru sudah datang. Saya mewakili teman-teman Papua di asrama ini mengucapkan terima kasih,” tambahnya.
Dijelaskan, untuk di asrama Tegalwareng ada sebanyak 20 mahasiswa asal Papua. Mayoritas, mereka adalah putra Papua yang sedang menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi yang ada di Semarang.
“Kami berharap musibah ini segera berakhir. Mereka yang saat ini sedang sakit segera sembuh, yang sehat tetap terjaga kesehatannya. Sementara untuk tenaga medis serta pemerintah diberikan kekuatan untuk menyelamatkan warga,” pungkasnya.