RSND Semarang Terapkan Tes Swab Model ‘Drive Thru’
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Sebuah mobil datang memasuki pelataran UGD Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Undip Semarang, Rabu (22/4/2020). Tidak berapa lama, sejumlah tenaga medis dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, langsung mendatangi mobil tersebut.
Sementara, penumpang di dalam mobil tersebut juga tidak turun, hanya membuka kaca pintu mobil. Setelah bertanya, dengan cekatan petugas medis yang berjaga segera mengambil contoh lendir atau swab tenggorokan si penumpang, dan segera menyimpannya di wadah khusus yang sudah disediakan.

Tidak ada 10 menit, mulai dari proses kedatangan hingga pengambilan sampel, kemudian mobil berpenumpang tersebut kembali berlalu meninggalkan RSND Undip Semarang.
Kejaian itu merupakan bagian dari simulasi tes covid-19 metode polymerase chain reaction (PCR) dengan metode drive thru, yang akan diterapkan di rumah sakit tersebut.
“Ini keren, sangat inovatif. Saya rasa model tes PCR seperti ini yang pertama di Jateng. Pasien yang datang mengendarai kendaraan, cukup berhenti di depan lobi rumah sakit. Setelah itu, petugas yang lengkap dengan APD dan peralatan medisnya, langsung datang menghampiri. Tanpa harus turun dari mobil, pasien tersebut langsung diambil spesimennya dan bisa langsung pulang,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di sela kegiatan di RSND Undip Semarang, Rabu (22/4/2020).
Dirinya mengaku terkesan dengan model pelayanan drive thru dalam pengecekan swab itu. Selain mempercepat, model drive thru tersebut juga dapat meminimalisir penularan Covid-19.
‘Mereka yang ingin di tes tidak perlu berkerumun di ruang tunggu dan bertemu dengan banyak orang. Mereka bisa datang, tidak perlu turun dari kendaraan, langsung diperiksa dokter dan pulang. Tidak banyak orang yang bersinggungan. Kalau duduk dan ngantre, kan bahaya. Kadang, kita tidak tahu pasien itu positif atau tidak,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan laboratorium RSND Semarang menjadi salah satu dari lima laboratorium pengecekan Covid-19 di wilayah Jateng. Empat lainnya, yakni Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, RSUP Kariadi Semarang, RSUD Moewardi dan Rumah Sakit UNS Surakarta.
Direktur RSND Undip Semarang, Sutopo Patriajati, menambahkan, saat ini laboratorium PCR RSND Undip mampu melayani 90-100 sampel swab per hari. Ke depan, pihaknya akan terus menambah kapasitas dan jumlah pengecekan.
“Kalau SDM dan alatnya ditambah, kami pasti bisa lebih banyak sampel yang diperiksa. Ke depan kami akan berusaha memenuhi itu,” ucapnya.
Disinggung mengenai model drive thru dalam pengecekan swab, Sutopo mengatakan memang untuk mengurangi potensi penularan Covid-19. Selain tidak banyak bersinggungan dengan banyak orang, metode itu dinilai aman karena dilakukan di ruangan terbuka.
“Ini inovasi kami untuk mempercepat dan juga mengutamakan aspek keamanan. Tentu akan kami tingkatkan lagi agar makin baik,” tambahnya.
Meski demikian, pihaknya tetap melayani masyarakat, yang hendak melakukan tes Covid-19, selain dengan model drive thru.